Tanpa Trading Plan, Tidak Ada Profit

In Strategy Trading by Reza Pahlevi

Salah satu kunci sukses dalam trading tak lain dan tak bukan ialah konsistensi dalam menjalankan rencana investasi. Layaknya sebuah bisnis konvensional, seorang trader harus terlebih dahulu menyusun tujuan utama. Tujuan utama itu tercakup dalam rencana trading. Seperti business plan pada umumnya, rencana trading mencakup strategi jitu, target market yang jelas, kalkulasi biaya, dan probabilitas pencapaian keuntungan. Ketika rencana awal tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, ada baiknya untuk merancang plan B agar tujuan bisnis tidak terhenti.

Silahkan coba anda bayangkan apabila anda memulai bisnis tanpa memiliki rencana yang tersusun rapi, bagaimanakah hasilnya? Banyak trader melakukan trading dengan hanya mengandalkan feeling, rumor atau bahkan spekulasi semata. Tipikal trader seperti ini meyakini bahwa pasar mengarah pada trend tertentu tanpa dilandasi oleh sistem trading yang jelas. Aksi trading dengan cara demikian tetap dapat menghasilkan keuntungan, namun pastinya tidak akan mampu bertahan lama.

Untuk meraih hasil yang optimal dipasar keuangan, ada baiknya anda mulai membuat sebuah rencana yang matang. Masterplan ini nantinya akan menjadi panduan seluruh aktivitas trading anda, sehingga segala tindakan transaksi yang anda lakukan tidak akan keluar dari jalur yang telah ditetapkan. Salah satu anggota grup Turtle Trader, Curtis M. Faith, menekankan pentingnya perencanaan trading ke dalam sebuah buku berjudul “Way of the Turtle”. Pada literatur tersebut, sang legenda pasar berjangka membagi trading plan kedalam 6 komponen utama, yakni :

Pasar: Instrumen yang akan ditradingkan.
Keputusan pertama ialah menentukan di pasar mana anda akan memulai trading, misalnya : GBP/USD, XAU/USD, hk_hkk50 dan sebagainya. Pilihlah pasar yang karakternya sesuai dengan sistem trading anda.

Jumlah Posisi: Besaran lot yang akan ditransaksikan
Jumlah lot sangat menentukan manajemen resiko dengan mentoleransi besaran resiko yang dapat anda terima.

Titik Entry: Waktu yang tepat untuk membuka posisi buy atau sell
Titik masuk ditentukan oleh sinyal dari sistem trading yang anda jalankan disaat harga pasar sedang berlangsung.

Titik Stop: Waktu yang tepat untuk keluar dari posisi rugi
Tentukan kapan anda akan keluar dari pasar ketika mengalami kerugian. Strategi yang matang bisa menyelamatkan anda dari kerugian maksimal. Ada baiknya juga untuk anda berhenti sejenak sebelum membuka posisi lagi. Hal ini penting untuk menjaga kondisi psikologis trading anda agar tetap prima untuk membuka posisi trading selanjutnya.

Titik Exit: Waktu yang tepat untuk keluar dari posisi untung
Menentukan lebih dahulu kapan anda akan keluar dari pasar ketika telah mendapatkan keuntungan juga penting. Ini bisa mencegah anda kehilangan profit didepan mata gara-gara arah pergerakan harga berbalik melawan prediksi anda.

Dalam rencana trading, anda juga harus menentukan sistem trading yang akan dipakai. Misalnya saja dengan menggunakan sistem breakout, kombinasi antara stochastic dan MA, ataupun mengkolaborasikan Fibonacci bersama MACD dan lain sebagainya. Sistem trading tersebut akan memberi suatu gambaran dalam membuka dan menutup posisi, menambah jumlah lot dan seterusnya.

Dengan berpedoman pada sistem trading, anda dapat membuat rencana trading yang baik sekaligus handal untuk menghindarkan anda dari kerugian yang telah siap menanti setiap saat. Jangan lupa untuk selalu tetap konsisten dalam menjalankan rencana awal. Selanjutnya, lakukan evaluasi secara periodik terhadap trading yang anda lakukan hingga mencapai keuntungan secara optimal.

(Visited 17 times, 1 visits today)