Tip Trading – Belajar Dari Seekor Buaya

In Tips Trading by Kia Pratiwi

Suatu siang di bagian benua Australia yang beriklim tropis, keberadaan seekor buaya yang dikenal sebagai predator sungguh menakutkan. Ia dengan sabar sedang menunggu makhluk hidup yang tidak was-was untuk dimangsa sebagai menu utama makan siangnya. Buaya adalah salah satu spesies binatang yang sangat sukses dalam mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Menurut para pakar arkeologi keberadaannya di bumi sudah terbilang sangat tua, lebih dari 200 juta tahun lalu, jauh sebelum manusia ada. Dari waktu ke waktu buaya mengalami perkembangan baik fisik maupun perangainya hingga bisa mempertahankan hidup di bumi bersama-sama dengan manusia.

Buaya adalah binatang predator yang oportunistik. Ia selalu mempelajari tingkah laku calon mangsanya, mengintai sambil berbaring menunggu dalam waktu yang cukup lama dan sanggup menahan rasa lapar berhari-hari. Ketika tiba kesempatan yang tepat, ia segera menangkap mangsanya dengan sangat akurat, tanpa ragu dan penuh percaya diri. Ini menunjukkan bahwa salah satu makhluk hidup yang paling tua di bumi ini bisa mempertahankan eksistensinya dengan sebuah metode mencari mangsa (walaupun sederhana), sangat sabar dan disiplin. Pakar arkeologi Charles Darwin telah meneliti hal ini, bahkan predator raksasa tyrannosaurus tidak bisa mempertahankan keberadaannya di bumi lantaran metode berburu mangsa dan perangai hidupnya yang berbeda dengan reptil yang satu ini.

Buaya bisa digolongkan sebagai binatang “penembak jitu”. Ia mungkin hanya perlu makan sekali dalam seminggu karena bisa mendapatkan mangsa yang berkualitas dan bukan mangsa kecil-kecil yang jumlahnya banyak tapi kurang berkualitas. Buaya enggan melakukan itu karena selain menghamburkan banyak tenaga, resiko ketika memburu mangsanya juga besar. Sebagai seorang trader forex, banyak hal positif yang bisa kita pelajari dari perilaku seekor buaya dalam mencari makanan untuk menyambung kelangsungan hidup dan eksistensinya.

Buaya Adalah Contoh Yang Baik Bagi Seorang Trader


Tingkah laku buaya di atas bisa dijadikan model atau contoh bagi seorang trader bagaimana seharusnya mereka berperilaku dalam trading. Dalam trading forex, kita adalah predator, bukan hanya itu, bahkan sebagai manusia secara alami kita mempunyai naluri untuk berburu. Sebagai seorang trader, kita bisa meniru metode buaya dalam mencari mangsa. Kita mesti disiplin, sabar, bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan mempunyai metode tertentu untuk menghindari resiko dan meraup profit. Seekor buaya bisa belajar dengan cepat untuk mengenali situasi disekelilingnya, jika lingkungannya membahayakan, ia segera cabut, pindah ketempat lain.

Buaya memang tercipta sebagai predator pemburu dan ‘penembak jitu’ yang sabar. Tubuhnya yang besar dan panjang tentu saja memerlukan banyak protein untuk bertahan ketika diet, untuk berenang kesana kemari memburu mangsanya. Ia tidak makan ikan kecil yang banyak terdapat disekelilingnya dan sangat mudah untuk ditangkap, mangsa sejenis itu tidak menarik. Selain menghabiskan banyak energi untuk memburunya, kandungan gizi yang diperoleh tidak sebanding dengan mangsa besar yang cukup sekali lahap. Analoginya dengan trading: dengan jarang-jarang entry kita bermaksud memperoleh ‘kandungan gizi’ yang cukup untuk bertahan hingga saat entry berikutnya, dan mengurangi resiko dari perburuan entry pada posisi trading yang kurang berkualitas.

Tentu saja kita bisa mengalami loss, tidak semua ‘mangsa’ yang kita lihat besar selalu akan menguntungkan, tergantung dari strategi trading dan management resiko kita. Tetapi ‘metode buaya’ ini jelas: menunggu dan memantau dengan sabar hingga ada ‘mangsa’ besar, dan pada saat yang tepat kita ‘menerkam’. Ada ungkapan ‘All good things come to those who wait’ yang sering disitir para motivator guna menjelaskan manfaat dari kesabaran, disiplin dan bekerja mengikuti rencana. Tentu saja ungkapan tersebut sangat besar artinya bagi seorang trader.

Trader berpengalaman dan trader profesional jarang masuk pasar (untuk satu jenis pasar tertentu). Mereka selalu menjaga frekuensi tradingnya guna menghindari resiko yang lebih besar. Cara trading mereka hampir sama dengan cara buaya menunggu mangsa. Mereka adalah “penembak jitu” dalam pasar forex, bukan ‘pemberondong’  pasar. Selain disiplin dan sabar, para trader profesional mempunyai metode yang pasti dan rencana trading yang jelas.

Buaya Mempunyai Pukulan Yang Efektif Dan Mematikan

Belum pernah dalam kenyataan ada cerita makhluk yang bisa meloloskan diri setelah tertekam masuk ke mulut buaya, atau buaya yang baik hati mau melepaskan mangsanya. Bandingkan dengan seekor singa yang sering kali gagal ketika mengejar dan berusaha menangkap seekor rusa. Singa telah banyak mengeluarkan energi dalam memburu mangsanya dan sering gagal, sedang buaya cenderung ‘sering profit’ dengan diam menunggu mangsa yang lewat dekat mulutnya. Buaya tidak banyak membuang energi, cukup diam tetapi selalu siaga dan awas. Itulah sebabnya buaya bisa memukul dan menerkam mangsanya yang sedang lengah dengan efektif dan mematikan.

Sebagai trader, bersabar menunggu saat yang tepat akan meningkatkan ‘daya terkam’. Kita mesti bisa mengendalikan diri sendiri karena memang kita tidak bisa mengontrol pasar sebagai ‘mangsa’ yang hendak kita terkam. Kita bisa menghemat dana atau ‘energi’ dan menunggu dengan sabar hingga pasar memberikan sinyal trading yang valid. Dengan cara ini kita bisa meningkatkan ‘daya pukul’, bukan dengan berkali-kali masuk pasar seperti seekor singa yang banyak membuang energi mengejar mangsanya.

Buaya Belajar Cepat Dalam Mengenali Resiko Di Lingkungannya

Buaya bisa belajar mengenali lingkungannya dengan cepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, terutama sekali ia bisa dengan cepat menghindari keadaan yang membahayakan. Kemampuan ini adalah salah satu sebab mengapa buaya bisa bertahan hidup jauh lebih lama dari spicies reptil sejamannya. Dalam trading, dengan tidak mengambil resiko yang berlebihan, atau menentukan resiko dengan wajar sesuai kondisi pasar adalah salah satu cara agar account trading kita bisa bertahan lama.

Manusia jelas memiliki intelegensia yang jauh lebih tinggi dari buaya, kita juga punya emosi yang tidak ada pada buaya, dan emosi sering menyebabkan kita ragu-ragu, berlebihan dalam analisa (over analyzing) hingga sangat mempengaruhi dalam mengambil keputusan trading. Sebagai trader kita mesti bisa belajar dari kesalahan, terutama dalam menghindari ‘bahaya’ atau resiko dengan tidak sering-sering entry dan menentukan besarnya resiko per trade dengan wajar.

Buaya Bisa Menghemat Energi Untuk Digunakan Pada Perburuan Mangsa Berikutnya

Buaya menghemat energi dengan memangsa daging yang cukup besar dan mengandung banyak protein untuk bisa bertahan selama beberapa waktu ke depan. Ini pula yang menyebabkan spesies ini bisa bertahan hidup pada masa lalu ketika makanan di bumi begitu langka. Secara teori evolusi, telah terbukti bahwa konsep sabar dan disiplin dalam memburu mangsa menyebabkan beberapa spesies tertentu bisa bertahan hidup lebih lama. Buaya memang mempunyai intuisi semacam itu dan kemampuan untuk menghemat energi adalah akibat dari kebiasaannya dalam berburu mangsa.

Kemampuan untuk mempertahankan akun trading adalah hal yang sangat krusial. Akan lebih menguntungkan jika intuisi kita dalam trading seperti seekor buaya. Akan lebih banyak dana atau ‘energi’ yang bisa kita hemat dengan tidak entry pada kondisi pasar yang kurang jelas.

Buaya Beradaptasi Dengan Cepat Pada Kondisi Lingkungan Yang Berubah

Seorang pawang buaya di Australia menuturkan bahwa ia selalu mengalami kesulitan ketika hendak menangkap buaya-buaya liar pada suatu lokasi dengan cara yang sama. Harus digunakan trik yang berbeda dari sebelumnya. Kemampuan buaya untuk bisa cepat beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungan adalah juga salah satu sebab mereka bisa bertahan hidup selama berabad-abad.

Sebagai trader, kita harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar yang kadang memang sangat cepat. Beberapa pembuat software sistem trading telah banyak menawarkan metode yang ‘adaptable’ dan bisa diterapkan dengan instan. Terserah pada kebijakan Anda untuk menggunakan software-software tersebut, namun intinya kita tahu bahwa kondisi pasar bisa cepat berubah, dan kita mesti bisa beradaptasi secepat mungkin, seperti seekor buaya.

Apakah Anda Harus '"trading ala buaya" ?
Kesimpulannya terserah pada persepsi Anda masing-masing. Tulisan ini hanya memberi gambaran dan analogi dalam kehidupan nyata yang masuk akal serta bisa diterapkan dalam trading. Barangkali untuk menjadi ‘buaya trading’ (seperti istilah untuk ‘buaya keroncong’ atau orang yang hobbi sekali dan jago menyanyikan lagu-lagu keroncong), Anda mesti menerapkan ‘trading ala buaya’.
(Visited 48 times, 1 visits today)