Tunggu Brexit, Harga Emas Merosot Ke Terendah Sepekan

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

emasHarga emas terpantau melorot pada perdagangan Rabu ini (29/3), sementara pasar tengah menantikan pengumuman resmi terkait perpisahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang dijadwalkan terjadi hari ini. Tak seperti biasanya, si kuning mengabaikan loyonya Dolar di tengah keraguan kuat pada pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kontrak emas untuk pengiriman bulan April di divisi Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX) menurun sekitar 0.5% ke sekitar angka $1,248.60 per troy ons, terendah sejak awal pekan. Harga emas Antam pun turun sebesar Rp 2,000 menjadi Rp 590,000 per gram, setelah kemarin perdagangan ditutup sehubungan dengan perayaan Nyepi.

Silver Menurun
Penurunan juga dialami Silver yang melandai 0.77% ke $18.248 per troy ons. Hanya Platinum spot nampak merangkak naik saat berita ditulis, dari level rendah $951.78 ke $955.36 per troy ons.

Sebelumnya, emas diperdagangkan nyaris flat pada Selasa malam, tetapi masih di level tinggi satu bulan. Pasalnya, Dolar cenderung melemah karena pasar mengabaikan kuatnya data ekonomi Amerika Serikat dan komentar-komentar hawkish bank sentral AS, sehubungan dengan merebaknya keresahan akan kemampuan POTUS (President of The US) memajukan program-programnya pasca kegagalan proposal Trumpcare. Komentar hawkish merujuk pada pernyataan pejabat bank sentral yang mendukung normalisasi kebijakan moneter longgar atau mempromosikan kenaikan suku bunga. Emas lazimnya sensitif pada pergerakan Dolar dan suku bunga AS, karena kenaikan keduanya bisa menaikkan “biaya” yang perlu dibayar untuk memiliki Emas.

Namun demikian, pasar kini nampaknya sudah berfokus pada topik berbeda, khususnya dalam memutuskan untuk membeli atau melepas emas sebagai aset safe haven. Keresahan menjelang dimulainya proses formal perpisahan Inggris dari Uni Eropa berimbas pada sikap pelaku pasar yang condong untuk wait-and-see.

(Visited 15 times, 1 visits today)