Umumkan Tim Manajemen Baru, Jaringan Co-Working Space EV Hive Kini Miliki 4 Lokasi

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Selama beberapa bulan terakhir, jaringan co-working space EV Hive terus memperlebar bisnis mereka. Setelah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat Jakarta  Smart City (JSC) Hive pada akhir bulan Maret 2017 yang lalu, mereka pun menjalin kemitraan dengan sebuah co-working space di Singapura, yaitu Bash, pada bulan April 2017. Dan pada bulan Mei 2017 ini, jaringan co-working space yang dimiliki oleh perusahaan modal ventura East Ventures1 tersebut pun kembali mendapat tambahan lokasi baru, yaitu D.Lab, yang merupakan co-working space di kawasan Menteng yang dibuat oleh perusahaan modal ventura lain, sinarmas Digital ventures (SMDV), pada tahun 2016 silam.

Langkah tersebut membuat EV Hive kini memiliki empat lokasi di Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyatakan akan membuka tiga lokasi baru lagi hingga akhir tahun 2017 ini.
Kehadiran manajemen baru

Di bulan Mei 2017 ini, EV Hive pun mengumumkan tim manajemen baru mereka yang dipimpin oleh Carlson Lau sebagai CEO, Jason Lee sebagai CFO, dan Ethan Choi sebagai CSO (Chief Strategy Officer). Mereka bahkan turut menginvestasikan uang pribadi mereka sebesar US$800 ribu (sekitar Rp10,6 miliar) untuk EV Hive, yang mereka sebut sebagai pendanaan Pra Seri A. Carlson dan Ethan mempunyai pengalaman bekerja di perusahaan finansial, sedangkan Jason sebelumnya merupakan Financial Controller di Nida Rooms.

Meski pada awalnya dibangun oleh East Ventures, namun Carlson menyatakan kalau EV Hive terbuka untuk berkolaborasi dengan perusahaan modal ventura, akselerator, serta komunitas startup lain di Asia Tenggara. “Kami ingin menjadi platform yang netral, Sebagai langkah awal untuk mendorong pertumbuhan EV Hive, Carlson pun memperkenalkan skema harga baru. Dengan hanya membayar biaya Rp1 juta per bulan, para anggota mereka nantinya bisa menggunakan semua lokasi yang dimiliki EV Hive di seluruh Indonesia. Carlson pun berniat untuk menambah pemasukan dengan cara menawarkan berbagai layanan untuk perusahaan, workshop, hingga fasilitas berlangganan gym kepada para anggota mereka.

Hadirkan dua skema kerja sama dengan pemilik lokasi

Berdasarkan pengalamannya di sebuah perusahaan finansial tanah air, Carlson menyatakan kalau banyak perusahaan yang gagal berkembang karena kurangnya jaringan profesional yang mereka miliki. Di situlah co-working space bisa menghadirkan sesuatu yang berbeda. Dalam setiap revolusi digital yang terjadi, kita sebenarnya hanyalah makhluk sosial (yang suka berkomunikasi dengan orang lain),” ujar Carlson. EV Hive sendiri tidak hanya berniat untuk menargetkan startup teknologi. Mereka pun ingin menjangkau para pekerja lepas hingga pemilik UKM, untuk bergabung dan menggunakan fasilitas co-working space mereka.

Untuk membuka lokasi baru, EV Hive menawarkan dua tipe kerja sama dengan para pemilik lokasi. Mereka bisa menyewa lokasi tersebut, atau menerapkan skema bagi hasil. Menurut Carlson, kehadiran EV Hive di sebuah lokasi mempunyai potensi untuk menumbuhkan bisnis lain di sekitar lokasi tersebut. Di Indonesia sendiri telah cukup banyak co-working space yang hadir, mulai dari Cre8 , Kolega hingga Freeware Space. Hampir seluruhnya telah bergabung dalam sebuah komunitas yang bernama Coworking Indonesia.

(Visited 9 times, 1 visits today)