4 Pengusaha kuliner RI mampu tembus pasar dunia

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Masakan Indonesia adalah salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia, dan penuh dengan cita rasa yang kuat. Kekayaan jenis masakannya merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni, dan menempati peran penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum. Hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai,temu kunci, lengkuas,Jahe, Kencur, Kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan, dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur tengah dan Eropa.

Karena bahan-bahan tradisional membuat masakan indonesia menjadi pilihan tersendiri oleh masyarakat Mancanegara, oleh karena itu ada bererapa pengusaha Kuliner RI yang sudah menembus pasar dunia.

4 Pengusaha Kuliner RI yang mampu tembus pasar dunia itu adalah :
1. Rangga Umara – Pecel Lele Lela , Rangga Umara pria berumur 31 tahun ini merupakan sosok dibalik rumah makan terkenal dengan ikan lele sebagai menu utamanya yang dikenal dengan Lele Lela. Rangga pada awalnya memulai usahanya karena Rangga di PHK dari perusahaan tempat dia sebelumnya bekerja, ia memutuskan untuk menekuni usaha di bidang kuliner. Pada awalnya Rangga membuka rumah makan seafood akan tetapi karena sepi pembeli akhirnya Rangga menutup usaha tersebut dan memutuskan untuk beralih jenis makanan yaitu menu favorit dia saat masa kuliah yaitu pecel lele.Saat membuka usaha tempat makan ini Rangga tetap mengalami kesulitan seperti sepi pembeli karena tidak banyak masyarakat sekitar tempat usahanya yang menyukai menu olahan lele, dan masih menggemari menu dengan olahan ayam. Akan tetapi Rangga tetap teguh dan tetap berusaha untuk mengangkat menu dengan olahan lele di tempat makannya agar lebih digemari oleh masyarakat sekitar.

Saat ini bisnis kuliner Rangga Lele Lela sudah mencapai omzet Rp 1,8 miliar per bulannya. Dengan 3 menu utama olahan lele yaitu lele goreng tepung, lele filet kremes, dan lele saus padang. Rumah makan Lele Lela mendapatkan banyak permintaan waralaba untuk negara-negara lain seperti Jeddah, Penang, Kuala Lumpur, dan Singapura.

2. Agus Pramono – Ayam Bakar Mas Mono , Pramono awalnya bekerja sebagai seorang OB (office boy) di sebuah perusahaan selama belasan tahun. Setelah berhenti dari perusahaan tempat dia bekerja Pramono akhirnya memutuskan untuk berdagang gorengan asongan dari SD ke SD. Mengetahui bahwa dengan berdagang gorengan yang hanya bisa memberikan dirinya omzet sebesar Rp15.000 akhirnya Pramono memutuskan untuk memulai usaha ayam bakar. Dengan modal Rp 500.000 Pramono berjualan ayam bakar pertama kali dengan gerobak birunya yang ternyata membawanya menjadi sukses sampai sekarang. Saat ini usaha Ayam Bakar Mas Mono telah mencapai omzet miliaran Rupiah perbulannya dengan 500 cabang tersebar di seluruh Indonesia.

Tidak hanya itu, Pramono berhasil membuka usaha makannya dengan sistem waralaba sampai ke Malaysia, Singapura, Kuwait, Australia, Arab Saudi dan Dubai dan berhasil menjadi pilihan makanan favorit di negara-negara tersebut dengan mempertahankan kualitas utama ayam bakarnya yang memang menjadi daya tarik utamanya yaitu kelembutan dari daging ayam bakarnya sendiri juga berbagai macam olahan menu ayam bakarnya seperti ayam bakar cabe ijo dan jenis menu lain yang bukan olahan ayam.

3. Santoni – Bumbu Desa , Siapa yang tidak mengetahui Bumbu Desa? Tempat makan ini banyak berada di mall-mall besar di Jakarta. Bumbu Desa bisa dibilang merupakan restoran dengan menu utama makanan khas tanah sunda Jawa Barat kualitas bintang lima. Karena tempatnya yang cukup bagus dan harganya yang sedikit lebih mahal dari rumah makan sunda biasanya. Usaha kuliner khas tanah sunda milik Santoni ini awalnya adalah usaha keluarga yang dimulai hanya dengan modal Rp 8 juta saat itu sampai akhirnya setelah Santoni membuat waralaba untuk usaha ini pada tahun 2004, bisnis Santoni melesat sampai menginjak Singapura dan Malaysia.

Tidak hanya itu Bumbu Desa sendiri telah membuka lebih dari 50 cabang yang telah tersebar luas di seluruh Indonesia. Omset dari Bumbu Desa sendiri sekarang sudah mencapai miliaran Rupiah perbulannya, baik dari Indonesia sendiri atau dari luar negeri. Saat ini Bumbu Desa sedang melebarkan sayapnya di kota-kota yang ada di negara Amerika yaitu Vancouver dan Seattle sampai ke negara Kanada. Dengan berpegang teguh terhadap misinya yaitu mengenalkan makanan khas tanah pasundan ini ke seluruh dunia, Santoni orang yang ada di balik kesuksesan Bumbu Desa ini berhasil membawa kelezatan makanan tradisional Indonesia sampai ke luar negeri.

4. Sukyanti Nugroho – Es Teler 77 , Awalnya Es Teler 77 adalah warung makan biasa dan sederhana. Dengan mengandalkan kemampuan memasak Ibu Mertuanya yang dikatakan paling enak untuk masakan Indonesia Sukyanti Nugroho memberanikan untuk membuka usaha warung makan Es Teler 77. Dengan mempertahankan berbagai macam menu makanan tradisional khas indonesia Es Teler 77 akhirnya berkembang pesat dan tersebar luas di Indonesia dan telah banyak berada di mall-mall besar di Indonesia.

Tidak seperti Bumbu Desa yang fokus kepada makanan khas sunda. Es Teler 77 lebih ke makanan masakan rumah yang sering Anda temukan di rumah. Seperti sayur asam dan tumis kangkung. Es Teler 77 sendiri sudah berdiri lebih dari 30 tahun. Di resmikan pada tanggal 7 Juli 1982 sosok utama dibalik kesuksesan Es Teler 77 ini sekaligus yang menginspirasi Sukyanti adalah Ibu Muniarti yang mendapatkan predikat terbaik saat mengikuti lomba meracik Es Teler. Dibantu oleh kedua mertuanya yaitu Ibu Muniarti sendiri beserta suami Trisno Budijanto dan istrinya Yeni Setiawan Widjaja, Sukyanto berhasil membuat Es Teler 77 menjadi salah satu usaha tempat makan dengan jumlah cabang waralaba terbesar. Saat ini Es Teler telah tersebar sampai New Delhi, Melbourne Australia, Malaysia, dan Singapura.

(Visited 148 times, 1 visits today)