5 Sosok Pebisnis Terkemuka Paling Ditakuti

In Panduan Forex Pemula by Reza Pahlevi

Ke 5 sosok pebisnis terkemuka ini memang mempunyai kekuatan tersendiri, baik karakter, mental, keuangan dan politik sehingga pantas untuk dikagumi dan sekaligus ditakuti. Mereka adalah Bill Gates, George Soros, Carl Icahn, John D. Rockefeller dan J.P. Morgan. Nama mereka seakan melegenda dan sering disebut-sebut dalam pasar saham maupun pasar keuangan.

Bill Gates dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Ia adalah pendiri dan pemilik perusahaan raksasa berbasis teknologi, Microsoft. Hal yang membuat ia dan perusahaannya begitu mapan dan nyaris mendominasi pasar bukanlah karena kualitas super dari teknologi produk-produknya, tetapi lebih karena kecerdasan dan ketajaman naluri bisnis Gates dalam persaingan pasar software yang begitu ketat.

Ketika Microsoft mulai meledak dengan produk-produk andalannya, mulai dari MS-DOS, Word, Excel, hingga kemudian Windows, banyak investor bertanya-tanya mengapa keuntungan yang diperoleh tidak dibagikan dalam dividen yang memadai. Akhirnya diketahui bahwa Bill Gates sedang mengumpulkan dana cadangan dalam jumlah mencengangkan. Apa alasannya? Rupanya, Gates membuat Microsoft menjadi salah satu perusahaan raksasa dunia dengan cadangan dana hingga milyaran US Dollar, sebagai senjata atau perisai jika terjadi sesuatu. Itulah mengapa meski pernah menghadapi perkara hukum sehubungan dengan undang-undang antitrust, Bill Gates tetap menjadi salah satu sosok yang disegani dan sekaligus ditakuti dalam dunia bisnis.

Di beberapa negara, George Soros diibaratkan sebagai “bajak laut’” dan kehadirannya kurang disukai. Negara-negara tersebut antara lain Thailand, Inggris dan Malaysia. Spekulan, atau tepatnya trader forex yang satu ini memang bisa kaya raya dengan memperdagangkan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Namun Soros tidak trading “ecek-ecek’” cuman satu atau dua lot, tetapi ratusan ribu bahkan jutaan lot dengan dana sindikasi dari berbagai bank.

Sejak berhasil membobol Bank of England (BoE) pada tahun 1992 dengan modal sindikasi sebesar USD10 milyar dan menghasilkan profit lebih dari USD1 milyar dalam sehari, sosok pria kelahiran Budapest, Hungaria yang pernah bekerja sebagai trader di sebuah broker forex di New York itu menjadi sangat ditakuti oleh negara-negara yang mata uangnya relatif rentan terhadap serangan spekulan. Negara-negara tersebut biasanya memiliki cadangan devisa yang agak kurang memadai.

george soros sang trader forex
Namun demikian, sosok George Soros sebenarnya tidak hanya tertarik pada pendapatan luar biasa dari trading forex saja. Ia juga tertarik mengamati dengan seksama kebijakan para politikus dan haluan politik suatu negara. George Soros dikenal “aktif berderma” untuk perubahan politik suatu negara yang dinilainya sewenang-wenang. Dengan menggunakan posisinya sebagai pebisnis forex terkemuka, ia bisa “menghukum” sebuah negara yang kebijakan moneter dan politiknya kurang fair dan cenderung mengabaikan pencapaian data fundamental ekonomi yang positif.

Note :
Dengan memberi tekanan secara finansial, Soros berharap pemerintahan negara tersebut bisa merubah kebijakan politiknya. Soros boleh jadi ditakuti oleh orang-orang pemerintahan negara tersebut, namun masyarakat pada akhirnya membenarkannya.

Carl Celian Icahn, pendiri dan pemilik saham mayoritas perusahaan investasi besar Icahn Enterprises, adalah trader kelas kakap yang menggunakan segala cara untuk memperoleh saham-saham incarannya. Pengaruh sosok ini begitu besarnya hingga tercipta istilah “Icahn Lift” di Wall Street, untuk menyebut trend harga saham yang berbalik naik ketika Carl Icahn mulai membeli saham perusahaan tersebut.

Dalam metode tradingnya, Carl Icahn mengincar perusahaan yang nilai sahamnya undervalued. Ketika sebagian besar investor melakukan aksi jual, ia justru membelinya. Icahn melakukan akumulasi saham hingga jumlahnya mencukupi untuk mengincar posisi pada jajaran direksi. Kemudian, trader jebolan Princeton University itu melakukan penggantian CEO dan memecah perusahaan menjadi beberapa bagian, lalu menjualnya secara terpisah. Dengan caranya ia berhasil meyakinkan para investor untuk membeli saham hingga harganya terus naik.

Cara bisnis Carl Icahn tersebut mendorong dibuatnya peraturan yang lebih ketat dari Securities and Exchanges Commission (SEC). “Saya ingin memperoleh profit. Tak ada yang salah dengan itu, dan itulah yang ingin saya lakukan,” kata Carl Icahn yang pernah masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi majalah Forbes itu. Sampai kini, Carl Icahn masih dianggap sebagai figur yang bisa menentukan harga-harga saham, dan dengan demikian menjadi salah seorang investor yang ditakuti.

John Davison Rockefeller (1839-1937) pernah menduduki peringkat pertama orang terkaya dunia, dan hingga kini masih masuk dalam urutan daftar tersebut. Perusahaannya, Standard Oil, mengendalikan 90% industri perminyakan di Amerika Serikat. Dalam melakukan ekspansi bisnisnya ia dikenal suka membuat kolaps para pesaingnya untuk kemudian membeli asset-assetnya dari para kreditor. Namun dari sekian banyak cara berbisnisnya, hal yang benar-benar ditakuti dari John D. Rockefeller adalah keyakinannya terhadap apa yang sedang dilakoninya.

Meski demikian, Rockefeller juga dikenang sebagai sosok pebisnis yang mengutamakan pentingnya penelitian dan pengembangan produk, serta dampak pengendalian limbah. Memang tidak semua tindakannya baik dan pantas ditiru, namun John D. Rockefeller tetap dianggap sebagai sosok pebisnis yang disegani sekaligus ditakuti.

John Pierpont Morgan (1837-1913), atau J.P. Morgan adalah bankir AS yang pada masa kejayaannya memiliki kekuatan besar dalam mengendalikan peredaran uang di AS. Ia adalah bankir utama di Wall Street, sekaligus pendiri perusahaan perbankan J.P. Morgan yang kemudian menjadi penjamin beberapa perusahaan raksasa AS seperti General Electric dan International Harvester, ketika perekonomian negara tersebut baru akan lepas landas.

J.P. Morgan menjadi sangat berkuasa dan ditakuti ketika terjadi kepanikan tahun 1907. Ketika itu, ia mengumpulkan beberapa bankir dan politikus untuk melakukan negosiasi dalam mengakhiri krisis. Kenyataan bahwa perekonomian AS saat itu bisa ditentukan oleh seorang bankir membuat The Fed menerapkan beberapa peraturan yang membatasi wewenang bank dalam mengatur peredaran uang. J.P. Morgan hingga kini masih berkibar sebagai perusahaan keuangan nomor wahid dunia, sedangkan nama J.P. Morgan sendiri masih dikenang sebagai sosok pebisnis yang ditakuti.

(Visited 85 times, 1 visits today)