5 Top Resiko Forex. Trader harus pertimbangkan

In Panduan Forex Pemula by Della Fitriani

Pasar valuta asing, juga dikenal sebagai pasar valas, memudahkan pembelian dan penjualan mata uang di seluruh dunia. Seperti saham, tujuan akhir trading forex adalah menghasilkan laba bersih dengan membeli rendah dan menjual tinggi. Pedagang valas memiliki keuntungan memilih beberapa mata uang dari pedagang saham yang harus mengurai ribuan perusahaan dan sektor. Dari segi volume perdagangan, pasar forex adalah yang terbesar di dunia. Karena volume perdagangan yang tinggi, aset forex diklasifikasikan sebagai aset sangat likuid. Sebagian besar perdagangan valuta asing terdiri dari transaksi spot, forward, swap valuta asing, swap mata uang dan opsi. Namun sebagai produk leveraged ada banyak risiko yang terkait dengan forex trading yang bisa mengakibatkan kerugian besar.

Dalam forex trading, leverage membutuhkan investasi awal yang kecil, yang disebut margin, untuk mendapatkan akses ke perdagangan substansial dalam mata uang asing. Fluktuasi harga kecil bisa mengakibatkan margin call dimana investor diharuskan membayar margin tambahan. Selama kondisi pasar yang bergejolak, penggunaan leverage yang agresif akan mengakibatkan kerugian yang substansial melebihi investasi awal.

INFO :
Karena sifat investasi spekulatif, jika investor yakin bahwa mata uang akan turun nilainya, mereka mungkin akan mulai menarik aset mereka, yang selanjutnya mendevaluasi mata uangnya. Investor yang terus melakukan trading mata uang akan mendapati aset mereka tidak likuid atau menimbulkan kebangkrutan dari dealer. Sehubungan dengan perdagangan forex, krisis mata uang memperburuk bahaya likuiditas dan risiko kredit selain mengurangi daya tarik mata uang suatu negara. Hal ini sangat relevan dalam Krisis Keuangan Asia dan Krisis Argentina dimana mata uang negara masing-masing pada akhirnya ambruk.
(Visited 93 times, 1 visits today)