AS Tembakkan 59 Misil Ke Suriah, Harga Emas Mendaki Tajam

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

MASLangkah militer AS yang telah meluncurkan lebih dari 50 misil ke Suriah membuat harga emas mendaki tajam di sesi Asia pada hari Jumat (07/05) ini. Saat berita ini diturunkan, harga emas spot diperdagangkan meninggi sangat signifikan ke kisaran level harga 1,268 Dolar AS, naik sebesar 1.36 persen. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni pada Comex New York Mercantile Exchange mengalami peningkatan sebesar 0.96 persen ke level harga 1,265 Dolar AS per troy ons.

Pihak militer AS secara resmi mengumumkan bahwa sebanyak 59 misil telah ditembakkan ke pangkalan udara di dekat Homs. Presiden AS, Donald Trump telah mengkorfirmasi serangan ini dan mengatakan bahwa peluncuran misil ke Suriah tersebut merupakan respon dari adanya serangan gas beracun yang sudah menewaskan sebanyak 70 orang warga sipil yang mayoritas anak-anak. Waktu peluncuran misil AS dipandang sangat mengejutkan karena terjadi sejalan dengan kunjungan Presiden China, Xi Jinping ke Amerika Serikat. Para investor terus memantau apakah ada sinyal tertentu yang menandakan tensi antara kedua negara ini bisa menurun dan menunggu kebijakan perdagangan apa yang disepakati, dan penanganan masalah terkait Korea Utara. Kondisi ketidakpastian dan risiko konflik geopolitik global seperti ini menyebabkan pasar beralih ke aset pelindung nilai seperti emas.

Catatan :
Sebelumnya, harga emas terpantau flat karena penguatan mata uang Dolar AS. Logam kuning ini di sesi kemarin tertekan, diperdagangkan di kisaran harga 1,250 Dolar AS karena positifnya rilis data ekonomi AS serta rilis notulen FOMC.

Saat ini, para pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi AS, Nonfarm Payroll (NFP) yang dijadwalkan akan rilis nanti malam. Para analis memprediksi NFP AS bulan Maret akan bertambah sebanyak 180,000, setelah pada bulan sebelumnya bertambah sebesar 235,000. Rilis data ekonomi ini sangat penting untuk menentukan bagaimana kondisi perekonomian AS dan dibutuhkan dalam pengambilan keputusan the Fed untuk mengambil kebijakan moneter selanjutnya.

Di sisi lain, Dolar AS biasanya sensitif merespon perubahan kebijakan The Fed. Jika Dolar AS menguat, maka harga-harga di pasar komoditas akan cenderung melambat. Sebaliknya, harga Emas bisa terdorong naik bila Dolar AS dipandang negatif, atau pasar masih menunjukkan minat tinggi pada aset-aset safe haven.

(Visited 24 times, 1 visits today)