AUD/USD Diyakini Tidak Akan Turun Lebih Dalam Pasca FOMC

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

audvsusdPetunjuk yang kuat dari The Fed tentang kemungkinan laju kenaikan suku bunga yang kuat di tahun 2017 mendatang, membuat Greenback melonjak dan menjatuhkan mata uang-mata uang mayor hari Kamis (15/Desember) hari ini, termasuk Dolar Australia. Meski demikian, para analis ragu jika Dolar Australia akan merosot lebih dalam lagi setelah ini. Dolar Aussie terjun 1.4 persen ke bawah level 0.74 dolar AS setelah The Fed mengumumkan kebijakan moneternya dini hari tadi. Akan tetapi, kemerosotan AUD/USD kemudian tertahan oleh data ketenagakerjaan lokal Australia yang menguat.

Data Employment Change yang dirilis oleh Biro Statistik Australia pagi tadi menyebutkan adanya penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 39,100 pada bulan November. Saat berita ini ditulis, AUD/USD diperdagangkan pada harga 0.7424, telah lebih tinggi dari level 0.07394 yang tersentuh beberapa saat setelah pengumuman FOMC.

“Semua analis sudah memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan (suku bunga), jadi jelas bahwa itu bukanlah kejutan, tetapi yang paling disorot adalah perubahan proyeksi fund rate The Fed di tahun 2017,” kata ekonom senior NAB, David De Garis. Petunjuk dari para pejabat The Fed saat ini sudah mengimplikasikan kenaikan sebanyak tiga kali, lebih banyak daripada kenaikan dua kali yang diestimasi sebelumnya. Oleh karena itulah, pasar seolah kecolongan.

Meski begitu, de Garis mengatakan bahwa proyeksi ini tidak akan berdampak besar pada jangka menengah dan jangka panjang. Reaksi penurunan Dolar Australia tadi hanyalah reaksi spontan yang wajar. “Arahnya masih sama, jadi saya sangsi apakah sudah waktunya bagi kita untuk mengubah prediksi kita dengan alasan tersebut,” katanya yang dikutip oleh Sydney Morning Herald.

Pandangan senada diungkapkan pula oleh Elias Haddad, pakar dari Commonwealth Bank. Menurutnya, sedikit kenaikan dalam harga komoditas baru-baru ini, masih menjadi pendukung Dolar Australia terhadap mata uang-mata uang mayor termasuk Dolar AS. Lagipula, The Fed tak akan senang dengan apresiasi Dolar AS lebih jauh, tutur Haddad.

(Visited 36 times, 1 visits today)