AUD/USD Pertahankan Posisi Di Level Tinggi, Data Industri China

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

audusdDolar Australia mempertahankan perolehannya terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Selasa (13/Oktober) siang hari ini. Laporan kenaikan penjualan ritel dari China serta laporan indikator ekonomi domestik Australia pagi tadi mendukung AUD/USD di level tinggi.

AUD/USD diperdagangkan pada harga 0.7502, naik tipis 0.08 persen setelah China, negara partner perdagangan utama bagi Australia, melaporkan bahwa penjualan ritel mereka melompat hingga 10.8 persen YoY untuk bulan November. Angka tersebut lebih tinggi daripada perkiraan kenaikan 10.1 persen.

Informasi
Produksi industri China juga dilaporkan naik 6.2 persen, sedikit lebih tinggi daripada perkiraan kenaikan 6.1 persen. Selain itu, data tentang investasi aset tetap juga dilaporkan melonjak 8.3 persen.

Sebelumnya, Australia melaporkan data tentang Indeks Harga Rumah yang naik 1.5 persen di kuartal ketiga, di bawah kenaikan 2.3 persen yang diperkirakan. Persentase tersebut adalah yang terlemah sejak kuartal awal 2013 dan menurun dari kenaikan 10.7 persen di bulan yang sama satu tahun lalu. Data terpisah dari NAB pagi tadi menyebutkan bahwa kepercayaan bisnis Australia naik satu poin dari plus 5 menjadi plus 5 pada bulan November. Akan tetapi, survei bisnis NAB tercatat turun dari plus 5 menjadi plus 6. Kepala Ekonom NAB, Alan Oster, mengatakan bahwa apabila tren melemah dalam survei tersebut berikut bagian-bagian penting lainnya berlanjut hingga bulan depan, maka ada kemungkinan jika hal tersebut adalah sinyal bahwa pemulihan sektor non pertambangan sedang “kehabisan bahan bakar”. “Untuk sekarang ini, meski hasil GDP Australia kuartal tiga cukup untuk menjamin prediksi revisi penurunan pertumbuhan, tapi tetap saja kita harus mengantisipasi pantulan naik kembali di kuartal-kuartal berikutnya.” kata Oster.

Note
“Sementara itu, reli harga komoditas diekspektasi hanya akan berlangsung singkat dan tidak tampak akan diterjemahkan ke peningkatan investasi atau upah dalam siklus komoditas. Dua kali lagi pemotongan suku bunga hingga 25bp masih diharapkan akan dilakukan oleh RBA tahun depan untuk menanggulangi rendahnya inflasi dan lemahnya outlook pertumbuhan.” sambungnya.

Saat berita ini ditulis, AUD/USD sedang diperdagangkan pada level 0.7492, Di level tinggi seak 8 Desember. Menurut analisa OANDA, Dolar Australia masih tersokong oleh gejolak harga bijih besi yang tarik menarik dengan imbal hasil obligai AS dan peningkatan harga-harga produk industri logam.

(Visited 26 times, 1 visits today)