Badai Harvey Tenggelamkan Texas, Trader Minyak Bumi Cemas

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Badai Harvey yang sudah diperkirakan kemunculannya sejak Jumat lalu, benar-benar menghantam pesisir Texas dan melumpuhkan jantung industri minyak Amerika Serikat. Hingga pagi tadi (28/Agustus) banjir masih menenggelamkan wilayah sentra pengilangan dan pertambangan minyak antara kota Houston hingga Corpus Christi, sehingga perusahaan-perusahaan tak bisa beroperasi.

Badai Harvey yang awalnya diestimasikan termasuk angin topan kategori tiga, ternyata jatuh menimpa pesisir Texas sebagai angin topan kategori empat. Akibatnya, banjir bandang menenggelamkan sekitar sebelas persen kapasitas pengilangan minyak AS dan seperempat produksi minyak AS dari Teluk Meksiko, serta memaksa ditutupnya pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Texas.
Harga Gasoline Berjangka melonjak 7 persen ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir, pada perdagangan sesi Asia Senin pagi ini. Analis sebelumnya telah memperkirakan bahwa penonaktifan fasilitas-fasilitas migas di kawasan yang didera Badai Harvey akan mendorong naik harga Gasoline dan produk-produk hasil pengilangan minyak lainnya, serta membatasi produksi minyak bumi AS.

Namun demikian, penilaian mengenai sejauh mana kerusakan ditimbulkan oleh badai ini akan membutuhkan waktu berminggu-minggu. Sementara itu, badai terus berlanjut dengan hujan tak juga mereda. Ke depan, kekhawatiran akan berpusat pada kemungkinan terjadinya ledakan dan kebakaran akibat hujan badai berkepanjangan. “Kami benar-benar belum tahu bagaimana kerusakan yang ditimbulkan semua hujan ini terhadap infrastruktur energi Houston,” kata Andrew Lipow, presiden lembaga konsultan energi Lipow Oil Associates LLC, kepada Reuters. Menurutnya, pabrik-pabrik pengilangan Texas bisa nonaktif hingga sebulan ke depan jika pompa-pompa drainase badai ditenggelamkan banjir.

Harga Minyak Berjangka Brent pagi ini dibuka melonjak, dan saat berita ditulis, telah naik 0.25% ke kisaran $52.56 per barel. Selain akibat Badai Harvey, harga minyak bumi juga didorong oleh laporan terbaru Baker Hughes yang menyebutkan terjadi penurunan jumlah oil drilling rigs di AS sebanyak empat ke angka total 759.

Namun, West Texas Intermediate justru minus 0.33% dari harga penutupan pekan lalu ke $47.70. Belum ada pengumuman, tetapi rumor mensinyalir kemungkinan Pemerintah Federal AS melepas simpanan minyak bumi atau produk hasil pengilangan dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) yang menyimpan nyaris 680 juta barel minyak, untuk mencegah lonjakan harga di dalam negeri. Sejatinya, SPR didirikan pada tahun 1970an guna mengantisipasi shock yang mungkin terjadi bila negara-negara OPEC melakukan embargo.

(Visited 27 times, 1 visits today)