Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta, Ini Penjelasan Kadis Tata Air

In Berita Terhangat dan Terkini by Reza Pahlevi

Jakarta – Banjir dengan ketinggian 50-100 cm terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Kepala Dinas Tata Air DKI Teguh Hendrawan menyebut beberapa wilayah terkena limpasan air dari Katulampa. “Semalam pukul 21.00 WIB dapat informasi siaga 4 persis sampai di Jakarta pukul 02.00 WIB, syukur hanya ada limpasan. Ada limpasan di SMA Negeri 8 ada sekitar 40 cm,” kata Teguh di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

banjir jakarta 2017

Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi dan proses normalisasi sungai yang belum selesai. Petugas masih melakukan penanganan. “Kampung Pulo RW 1, 2, 3 masih tergenang ya itu tadi. Secara di lapangan 2 jam pun free karena ada 5 unit pompa air kita free,” kata dia.Banjir di Kampung Pulo itu diketahui juga meluber hingga kawasan Jatinegara. Teguh menjelaskan ada sheet pile atau turap yang bocor di jembatan. “Karena memang pembangunan sheet pile ada yang bocor persis di jembatan. Saya sudah dapat laporan dari Pak Camat. Saya juga sudah lapor BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) supaya ditutup,” kata dia.

TeguhTeguh mengatakan penanganan banjir itu akan dilakukan oleh pihaknya bersama BBWSCC. Dia menyebut akan melakukan pengurasan menggunakan pompa air. “BBWSCC, termasuk kita, soal pengurasan genangan Kampung Pulo. Di sana ada pompa 5 unit stationer. Mungkin ditambah lagi. Di sana masalah warga kesadaran soal sampah,” ujar dia.

Pengurasan itu juga akan dilakukan di wilayah SMAN 8, yang memang menjadi langganan banjir. Dia menyebut masih banyak kendala untuk proses normalisasi Kali Ciliwung. “Saya sampaikan tadi program pengerjaan Kali Ciliwung tahun ke-4 pencapaiannya baru 40 persen, permasalahan lahan, gugatan warga, ini dimaklumi. Kalau dulu tiga hari, ini 2 jam udah bisa kering. Perbedaannya jauh,” ujarnya. “Memang pembangunan kita menyesuaikan pemerintah pusat. Karena BBWSCC lagi fokus di Pesanggrahan dan Ciliwung. Ini harap dimaklumi. Tak segampang dipikirkan. Bidang per bidang butuh waktu. Belum klaim antar-ahli waris di dalamnya,” ujarnya.

Catatan
Selain lokasi di atas, Kelurahan Rawajati, Pesanggrahan, Ciliwung, dan Kaliangke juga mendapat imbas ‘kiriman’ dari Katulampa. Teguh meminta masyarakat bersabar karena pihaknya masih terus berupaya.
(Visited 24 times, 1 visits today)