Beredar Video Pengemudi Ojek Online Pukul Penumpang, Ini Kata Grab

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Minggu ini, beredar sebuah video yang menunjukkan pemukulan oleh para pengemudi ojek Online dengan jaket  GrabBike terhadap seorang penumpang. Kejadian yang diduga dipicu pembatalan pesanan oleh sang penumpang tersebut kini telah sampai ke telinga manajemen Grab Indonesia. Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar, mengatakan pihaknya menyesal atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memohon maaf pada penumpang yang bersangkutan. Keselamatan, kata Mediko, merupakan prioritas Grab dan pihaknya kini tengah menginvestigasi temuan tersebut. Bila ditemukan pelanggaran kode etik, Mediko menegaskan pihaknya tak segan memberikan tindakan tegas seperti pemberhentian sementara maupun pemutusan kemitraan.

Tanggapan Grab Terhadap Kasus pemukulan ini


Kami tidak akan memberikan toleransi atas segala bentuk tindak kekerasan. Jika penumpang mengalami kejadian tidak menyenangkan selama perjalanan bersama Grab, kami anjurkan untuk segera melaporkannya melalui layanan konsumen Grab yang dapat dihubungi selama 24 jam di 021-80648777 atau e-mail [email protected] Bisa juga lewat akun media sosial resmi Grab Indonesia, sehingga memungkinkan Grab untuk melakukan investigasi dan menindaklanjutinya.

Dikatakannya, Grab menghargai masukan yang telah disampaikan dan hal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan. Kami berupaya agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan ulang secara berkala kepada para mitra pengemudi mengenai etika pelayanan kepada penumpang sesuai dengan kode etik yang berlaku,” tuturnya. Sebelumnya, pada bulan Juni 2017, pihak Grab juga memberikan tindakan tegas berupa pemutusan kemitraan pada mitra pengemudi GrabCar yang terbukti memaki-maki penumpang. Kasus hampir serupa juga pernah terjadi pada tahun 2016, yang kala itu melibatkan pengemudi Uber. Seperti dilansir Kompas, seorang penumpang Uber berinisial BCC (22) diancam dengan benda mirip pistol oleh sopir Uber berinisial AS (42) dan mengalami tindak kekerasan. Menanggapi kasus tersebut, Uber Indonesia sudah menonaktifkan AS sebagai sopir Uber. Mereka pun mengklaim sudah menyampaikan simpati kepada korban. Pihaknya juga mengembalikan biaya perjalanan dan memberikan voucer untuk perjalanan selanjutnya.

(Visited 25 times, 1 visits today)