Berita Dan Data Yang Mempengaruhi Pasar Forex

In Tips Trading by Reza Pahlevi

Perubahan nilai tukar mata uang suatu negara sangat dipengaruhi oleh berbagai indikator yang mencerminkan kinerja perekonomian negara tersebut. Data dan peristiwa ekonomi makro baik yang datang dari internal negara tersebut maupun internasional akan berdampak pada nilai tukar mata uang. Berita-berita yang menyangkut kondisi ekonomi global dan geo-politik juga sering menimbulkan dampak yang tidak kecil.

Sebagai trader forex Anda seharusnya secara rutin mengikuti data-data dan berita perekonomian global, selalu siap melakukan interpretasi dan prediksi terhadap rilis data-data fundamental. Anda mesti bisa melakukannya dengan cepat mengingat pasar akan bereaksi dengan sangat cepat menanggapi indikator-indikator itu. Banyak trader forex yang telah mempunyai posisi sebelum rilis sebuah data fundamental penting dan mengalami kerugian sesaat setelah rilis data. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya trader tidak masuk pasar menjelang rilis data atau pengumuman berita penting.

Salah satu pertanyaan yang umum bagi para trader pemula adalah data apa saja yang perlu untuk diperhatikan. Pertanyaan ini bisa dimengerti karena memang banyak data fundamental yang dirilis dalam periode waktu tertentu. Dalam hal ini trader forex biasanya selalu mengikuti dan memperhatikan rilis data-data fundamental berikut ini yang umumnya berdampak tinggi terhadap pergerakan nilai tukar mata uang.

Data tenaga kerja adalah salah satu yang mencerminkan kekuatan perekonomian suatu negara karena menunjukkan level pengangguran di negara tersebut. Seperti kita ketahui tingkat pengangguran yang tinggi akan menimbulkan tekanan pada perekonomian dan bisa menyebabkan gejolak politik. Diantara data tenaga kerja yang perlu diperhatikan trader adalah: tingkat pengangguran, jumlah klaim tunjangan pengangguran, perubahan jumlah tenaga kerja (Employment Change) dan Non-Farm Employment Change atau disebut juga Non-Farm Payrolls (di Amerika Serikat dan sebagian negara kawasan Euro).

Gross Domestic Product (GDP) adalah indikator ekonomi penting yang selalu diperhatikan trader karena akan berdampak langsung pada nilai mata uang saat data tersebut dirilis. Di waktu lalu data neraca perdagangan juga berdampak langsung namun cenderung berkurang beberapa tahun terakhir. Data ekonomi lain yang berdampak tinggi adalah yang berhubungan dengan tingkat inflasi seperti Consumer Price Index (CPI) dan penjualan retail (Retail Sales).

Yang paling besar pengaruhnya terhadap pergerakan nilai tukar mata uang tentu saja kebijakan moneter yang dibuat oleh bank sentral. Indikator yang paling penting adalah tingkat suku bunga dan statement kebijalan moneter (Monetary Policy Statement) yang memuat besaran-besaran target yang hendak dicapai. Misalnya di Amerika Serikat ada The Fed dan FOMC, di Inggris ada BoE dan MPC, dan di kawasan Euro ada ECB. Selain itu berbagai pernyataan yang dilontarkan oleh petinggi bank sentral atau petinggi departemen keuangan akan bisa sangat berdampak pada pergerakan nilai tukar mata uang.

(Visited 56 times, 1 visits today)