Buka Kantor Baru, Facebook Rahasiakan Spesifikasi Bisnisnya di Indonesia

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Pada tanggal 14 Agustus 2017, Facebook  meresmikan kantor barunya yang bertempat di Capital Place lantai 49, Jakarta Selatan. Kewajiban membuka kantor ini merupakan konsekuensi usai Facebook mengantongi status sebagai Badan Usaha tetap (BUT) di Indonesia. Menurut Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati (Wido), mereka sebenarnya sudah beroperasi di Indonesia sejak 2014, namun baru sekitar empat minggu yang lalu mereka pindah ke kantor baru ini. Sebelumnya mereka hanya mempunyai kantor perwakilan saja dan tidak melakukan kegiatan operasional perusahaan.

Indonesia Pengguna Facebook Aktif terbanyak


Investasi kami di Indonesia adalah prioritas utama. Karena ini pasar yang besar untuk kami. Pengguna kami sangat aktif di sini. Setiap ada kesempatan investasi, kami sambut baik. Tapi kami tidak bisa sebutkan secara spesifik bisnis kami di Indonesia,” ujar Wido.  Wido pun enggan berkomntar terkait bentuk badan usaha yang ia jalankan di tanah air. Padahal, pemerintah melalui Kemenkominfo sebelumnya telah meminta Facebook untuk mendaftarkan badan usaha mereka di sektor periklanan. “Tim kami merencanakakan investasi sesuai kebutuhan,” ucap Wido. Pada Maret 2017, Facebook telah mendapat izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai badan usaha yang bergerak di bidang manajemen konsultasi. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan bisnis utama dari media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut.

Mewakili keluarga besar Facebook


Kantor di Capital Place ini tak hanya digunakan sebagai tempat operasional usaha Facebook di Indonesia. Kantor itu juga digunakan oleh layanan-layanan lain yang juga dimiliki Facebook, seperti Messenger , WhatsApp maupun Instagram. Wido menceritakan ketika Facebook pertama kali membuka kantor perwakilan pada tahun 2014, jumlah karyawan mereka masih sedikit. Seiring bertumbuhnya bisnis, karyawan mereka di Indonesia saat ini telah bertambah cukup banyak. Namun ia tak bisa menyebutkan secara pasti berapa jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan Facebook di Indonesia. “Dibanding kantor Facebook lain secara global, angkanya masih sangat rendah,” tuturnya.

Wido juga tidak menyebutkan berapa banyak karyawan lokal yang bakal diserap dengan adanya kantor baru tersebut. Selain karyawan lokal, ada kemungkinan Facebook akan mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk memberikan pelatihan tertentu. “Nantinya sesuai dengan kebutuhan saja,” jelasnya. Keputusan Facebook membuka kantor secara resmi di Indonesia seperti menjadi bukti komitmen pemerintah untuk mengatur para penyedia layanan over the top (OTT) dunia yang beroperasi di tanah air. Sebelumnya, pemerintah juga telah mencapai kesepakatan dengan Google terkait nominal pajak yang harus dibayar, serta telah meminta layanan chat Telegram untuk membuka kantor perwakilan  di Indonesia.

(Visited 39 times, 1 visits today)