Cara Membedakan Smartphone Ilegal dan Resmi

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikam oleh International Telecommunication Union (ITU) dan Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa (EUIPO) pada 2015, ponsel ilegal menyebabkan produsen dan distributor ponsel kehilangan 20,5% pendapatan di Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai memberlakukan sistem analisis untuk memeriksa setiap smartphone (khusus 4G) yang masuk ke pasar Indonesia melalui nomor IMEI.

IMEI Adalah

IMEI adalah singkatan dari International Mobile Station Equipment Identity. IMEI terdiri dari 15 digit angka. IMEImembawa informasi tentang ponsel yang bersangkutan seperti pabrik pembuat ponsel, model ponsel, dsb. Anda bisa cek IMEI ponsel Anda dengan menekan kombinasi *#06# pada tombol panggil.

Bedanya handphone BM dengan resmi

“Handphone BM itu tidak ada izin peredaran, makanya harganya bisa lebih murah. Kalau tidak ada izin berarti barang itu juga tidak dikenakan pajak,”kata salah satu pedagang handphone yang enggan disebutkan namanya di ITC Kuningan

Selain itu, handphone BM juga lebih banyak dijual melalui perdagangan online (online shop). Menurut pedagang tersebut, berdagang melalui online shop tidak harus membayar pajak seperti pedagang berjualan di toko.

Namun handphone ini berbeda dengan replika, yaitu handphone BM merupakan produk asli dari brand yang sudah ada. Hanya saja, handphone BM tidak memiliki garansi seperti yang disediakan pada handphone resmi.

“Handphone BM enggak punya garansi, istilahnya barang BM itu jual putus. Itu kelemahan barang BM jadi kalau rusak ya ikhlasin saja,”ujarnya
(Visited 97 times, 1 visits today)