Cara Menentukan Trading Plan

In Management Resiko Trading by Reza Pahlevi

Tidak menjadi soal apakah seseorang baru belajar trading atau sudah berpengalaman malang melintang di bisnis trading, perencanaan trading wajib dimiliki oleh setiap trader. Artikel ini akan membahas habis tentang Trading Plan (rencana trading) beserta hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menerapkan rencana tersebut ke dalam transaksi sehari-hari. Untuk mengetahuinya, mari ikuti ulasan di bawah ini.

PlanMembuat trading plan penting untuk meningkatkan kinerja trading dan mengejar target. Inilah kunci untuk mengukur, melacak dan menetapkan fokus pada perbaikan cara trading. Trader yang disiplin adalah mereka yang selalu memiliki rencana trading dan menerapkannya dengan konsisten. Perencanaan dalam trading atau yang disebut “trading plan” akan membantu Anda melakukan transaksi secara sistematis, efisien, rasional, dan membantu untuk mengetahui target dalam trading. Sehingga Anda akan memiliki ukuran dan arah yang jelas untuk menilai seberapa jauh keberhasilan dan kegagalan sistem trading Anda. Trading plan biasanya mempunyai durasi waktu minimal 1 minggu dan biasanya 6 bulan sekali maksimal akan di-update.

Merupakan sebuah sistem yang telah Anda uji selama beberapa bulan pada akun demo dan memberikan hasil yang baik. Jika belum menemukan sistem trading ini, buatlah terlebih dahulu untuk bisa mencatatkan perkembangan trading Anda.

Contohnya: menggunakan kerangka waktu 15 menit untuk bertransaksi dan kerangka waktu 1 jam untuk melihat trend.

Pada bagian ini diwajibkan mampu menjelaskan tiga hal:

• kapan melakukan analisis pasar dan merencanakan trading,
• kapan bisa mengamati pasar untuk melakukan transaksi, dan
• kapan melakukan evaluasi dari keseluruhan trading yang telah dilakukan.
Contoh: menganalisis pasar dan merencanakan trading 2 kali sehari: 1 jam sebelum sesi Eropa dan 1 jam sebelum sesi Amerika.

Bagaimanapun juga, trader adalah manusia yang masih selalu dipengaruhi oleh “rasa takut dan serakah” (fear and greed) dalam bertransaksi. Tapi bagaimanapun keterlibatan emosi yang berlebihan akan merugikan dan harus dibatasi.

Contoh: melakukan analisis berdasarkan apa yang dilihat dalam chart, bukan berdasarkan apa yang ingin dilihat.

Setiap orang mempunyai target yang ingin dicapai dalam trading. Tujuan ini tidak boleh terlalu umum dan kualitatif seperti “memperoleh untung sebanyak-banyaknya”. Tapi uraikan secara kuantitatif sepeti: “30 pip sehari”, “2-4 persen keuntungan”, “beli mobil baru dua bulan lagi”. Target ini juga tidak melulu harus berupa keuntungan material saja tapi sikap dan teknik trading yang lebih baik juga bisa dijadikan suatu target.

Informasi
Ketika Anda mampu mengenali hal-hal di atas, tahap selanjutnya adalah secara konsisten mempraktikkannya sampai menjadi kebiasaan. Membuat trading plan dan mencatatkannya ke dalam jurnal akan membantu Anda meningkatkan kinerja trading dan mampu mengenali perubahan pasar.
(Visited 26 times, 1 visits today)