Dapatkah Musik Meningkatkan Produktivitas Kerja Seseorang?

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Mendengarkan musik sambil mengerjakan aktivitas bukan hal baru. Ada yang sibuk merapikan rumah sembari dentuman “Laid to Rest” dari Lamb of God mengalun, atau editor yang sedang mengoreksi pekerjaan penulis diiringi “Rylynn” gubahan Andy McKee — semua aktivitas terasa kurang lengkap apabila belum ada irama musik yang mengalun. Sebuah studi yang dilakukan oleh pakar musik Teresa Lesiuk senada membenarkan bahwa memang musik mengambil peranan penting dalam produktivitas kerja seseorang.

Bagi beberapa orang  musik adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup. Musik memegang peranan besar dalam menentukan mood , menjaga  tetap fokus dalam mengerjakan sesuatu, dan terkadang membantu  dalam pencarian ide yang tepat dalam penulisan. Secara pribadi, musik membantu untuk memaksimalkan produktivitas kerja.
Manfaat Positif Musik

Meningkatkan kreativitas dengan ambient noise

Kabar baik bagi kamu yang membutuhkan kreativitas setiap saat. Menurut sebuah penelitian, ambient noise — baik dari musik maupun secara artifisial — akan membantumu untuk lebih kreatif. Ambient noise adalah suara statis yang biasa kamu dengarkan ketika kamu menyalakan televisi tanpa siaran, suara hujan, suara gemuruh petir di kejauhan, suara ombak, dan banyak lagi. Pada frekuensi dan volume tertentu, ambient noise akan meningkatkan fokus dan meningkatkan produktivitas kerja kamu. Hanya saja, kamu perlu memperhatikan tipe musik yang akan kamu dengarkan. Apabila musik tersebut terlalu sering memainkan nada bas dan treble yang lantang, jangan-jangan malah akan memecah konsentrasi kamu.  Selain itu, ambient noise dapat membantu kamu untuk mengalihkan perhatian dari bisingnya suasana kantor. Bagi kamu yang memiliki desain kantor open space, mungkin bisingnya kantor sudah tidak dapat terelakkan lagi. Karenanya, dengan bantuan ambient noise ini, kamu akan mengisolasi gangguan audio yang datang dari luar. Memang, selain dengan mendengarkan ambient noise ini kamu juga dapat menghadang kebisingan kantor dengan ear plug.

Hindari musik dengan lirik
Bagi mereka yang mengerjakan pekerjaan yang tidak menuntut fokus lebih, musik dengan lirik mungkin terdengar menyenangkan. Tetapi bagi mereka yang membutuhkan fokus lebih tajam ketika mengerjakan sesuatu, lirik dapat menjadi penghancur fokus yang sangat efektif. sebuah penelitian menunjukkan bahwa percakapan orang lain adalah salah satu penyebab yang dapat menganggu konsentrasi kerja. Secara tidak disadari, fokus kita akan terpecah untuk mendengarkan percakapan yang sedang terjadi — hal yang sulit dihindari di ruang kerja, terutama bagi kantor yang menggunakan desain open space. Dalam studi tersebut, terbukti 48 persen responden merasa bahwa percakapan tersebut memang mengganggu konsentrasi mereka. Ketika kamu berusaha untuk fokus sambil mendengarkan musik, lirik inilah yang menjadi pemecah fokus kamu — sama seperti ketika kamu secara tidak sengaja mendengarkan pembicaraan rekan sekerjamu di kantor.

Ketika mendengarkan musik dengan lirik, otak akan mengaktifkan kemampuan bahasa kita, yang akan berakibat kepada hilangnya fokus terhadap apa yang kita kerjakan. Kasus ini sama seperti ketika kamu sedang mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan lirik sebuah musik, kemudian berakhir dengan lirik yang kamu ketikkan di layar karena fokus kamu telah terpecah. Lirik pada musik mungkin tidak akan memecah konsentrasi apabila kamu tidak bekerja dengan bahasa, sebagai contoh:  Menggambar. Akan tetapi, apabila aktivitasmu menggunakan bahasa, hindari musik yang menggunakan lirik.

(Visited 24 times, 1 visits today)