Dasar Index Trading

In Tips Trading by Reza Pahlevi

Stock trading Index atau biasa disebut Index trading saja, dikenal mempunyai tingkat volatilitas yang tinggi, bahkan lebih tinggi daripada trading Forex. Tidak seperti forex trader yang banyak kita jumpai di Indonesia, jumlah Index Trader masih tergolong sedikit. Dengan tingkat volatilitas yang tinggi, maka tidak semua trader mampu menjadi seorang Index Trader.

Index Trading ini lebih cocok bagi para high-risk trader yang bernyali besar dalam menanggung resiko yang tinggi. Namun dengan pengetahuan yang cukup, semua trader bisa saja untuk merasakan profit dari Index Trading ini. Untuk itu saya akan mengulas sedikit tips yang mungkin berguna bagi anda sebagai langkah awal untuk mempelajari Index Trading.

Berdasarkan Blogwalking yang telah saya lakukan, para Index Trader di Indonesia mayoritas menyukai trading pada Index HANGSENG dan KOSPI. Sisanya mereka memilih untuk trading di Index NIKKEI dan Dow Jones. Kenapa mereka sangat tertarik dengan Index Hangseng ? Rata-rata jawaban mereka sama, Index Hangseng mempunyai volatilitas yang tinggi diantara semua produk Index trading lainnya ataupun forex trading, sehingga profit yang ditawarkan sangat besar dalam kategori day-trading.

Sedikitnya jumlah Index trader di Indonesia ini mungkin disebabkan oleh minimnya broker yang menawarkan produk Index dengan dana yang terjangkau. Untuk trading produk Index melalui broker lokal membutuhkan dana minimum 50 sampai dengan 100 juta rupiah. Biasanya para index trader mengakalinya dengan mencari broker asing yang memberikan keringanan deposit awal, serta menggunakan perantara Introducing Broker.

Bagi anda yang telah terbiasa trading di forex maupun saham, saya yakin anda akan merasakan perbedaan yang mencolok ketika anda mencoba terjun ke Index trading. Dengan tingkat volatilitas yang tinggi, maka adrenalin kita akan terpacu untuk mengikuti “keliaran” gerakan chart Index. Maka sangatlah penting untuk anda selalu mengingat berikut ini :
◄ Berpikir dan bertindak dengan cepat.
◄ Memiliki capital margin yang cukup agar selalu survive.
◄ Memiliki entry point dan exit point sebelum melakukan open posisi.
◄ Memiliki rencana trading yang ketat dan sangat-sangatlah disiplin.
◄ Jaga emosi, agar jangan terlalu tamak.
Index market sering bergerak dengan trend yang cenderung pendek. Saya rasa tipe swing tradinglah yang paling efisien untuk trading dalam pasar Index. Swing trading ini tidak berusaha untuk memprediksi panjangnya trend yang terjadi, namun memiliki tujuan untuk memaksimalkan keuntungan pada saat terjadinya trend maupun retracement. Agar swing trading dapat berjalan sukses, maka kita harus mampu menentukan acuan entry point dan exit point dengan cepat. Problem yang sering terjadi ialah banyak para trader tidak memiliki capital margin yang cukup untuk menahan posisi yang seharusnya profitable. Mari kita lihat contoh berikut ini :

Seorang trader harus menanggung floating loss sebesar 37 ticks atau setara $1850 pada regular account sebelum trend bergerak sesuai analisa yang kita rencanakan dan menjadi profitable. Banyak para trader yang tidak mampu untuk menahan floating loss sebesar itu, meskipun mereka yakin bahwa posisi yang diambil akan menjadi profitable.

Untuk itu, pilihan mini account mungkin lebih cocok bagi mereka yang tidak memiliki capital margin yang besar ataupun para trader yang baru memulai trading Index. Moving average crossover (perpotongan indikator moving average), sering digunakan untuk menentukan entry point dan exit point. Karena perpotongan MA dapat digunakan sebagai tanda dimulai/berakhirnya suatu trend. Namun bila kita hanya mengandalkan perpotongan garis MA saja, maka kita akan mendapati adanya false signal. Untuk itu perlu ditambahkan indikator lain seperti Stochastic dan MACD untuk lebih memastikan trend yang terjadi. Jangan lupa untuk selalu menggunakan stop-loss dimana High dan Low hari sebelumnya bisa digunakan sebagai acuan.

(Visited 91 times, 1 visits today)