Dolar AS Beragam Setelah Ditendang Poundsterling

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS tak banyak berkutik di level rendah. Setelah kehebohan Poundsterling akibat jadwal pemilu Inggris yang dimajukan oleh PM Theresa May, indeks Dolar diperdagangkan di dekat low tiga minggu pada hari Rabu (19/Apr) ini.

DolarMata uang Inggris meroket hingga ke level tinggi enam bulan lebih setelah pernyataan Theresa May bahwa pemilu akan membuat kepemimpinannya menjadi lebih kuat dan stabil. Hal itu dibutuhkan agar negosiasi Brexit dengan Uni Eropa dapat berjalan lebih mulus. Selanjutnya, Pemilu Inggris rencananya akan digelar pada bulan Juni mendatang. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor, naik 0.1 persen ke angka 99.548, tidak jauh dari low semalam di level 99.465. Sementara itu, GBP/USD telah melandai dari puncaknya kemarin sore, dan diperdagangkan di angka 1.2822 pagi ini. Pengumuman dari Theresa May tersebut menjadi sentakan yang keras bagi pasar yang masih tenang setelah paskah.

Menurut Kathy Lien, Direktur BK Asset Management, sementara pergerakan GBP/USD sudah terlalu matang dengan range perdagangan yang sempit, perlu diingat bahwa GBP dapat menjadi mata uang yang sangat trending. Setelah pergerakan kemarin, tidak ada resisten lagi hingga 1.30. Dolar AS yang cenderung lemah juga turut menjadi penyumbang kenaikan Pound.

Analis lain dari Mizuho Securities mengingatkan untuk mempertimbangkan juga faktor geopolitik. “Di belakangnya (penguatan Sterling), kita masih punya isu-isu lain seperti Korut, yang masih berpotensi risiko untuk sentimen, begitu juga dengan Pemilu Prancis,” kata Masafumi Yamomoto, analis tersebut. Dolar AS naik 0.1 persen terhadap Yen dengan USD/JPY diperdagangkan di angka 108.581. Sedangkan, EUR/USD diperdagangkan di angka 1.0717, menurun dari high tertinggi tiga minggu di angka 1.0736.

Informasi
Melemahnya data-data ekonomi AS juga mendorong turun yield obligasi US Treasury dan Dolar AS. Para investor masih memonitor pembicara ekonomi antara Jepang dan AS demi mendapat petunjuk mengenai kebijakan perdagangan kedua negara tersebut selanjutnya.
(Visited 23 times, 1 visits today)