Dolar AS Berjuang Keras Di Level Rendah

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Mengawali pekan ini, Senin (17/Jul), Dolar AS mulai berjuang mengukir perolehan untuk bangkit dari level rendah 10 bulan. Laporan inflasi dan Penjualan Ritel (Retail Sales) AS pada akhir pekan lalu, mengurangi risiko dari pengetatan moneter agresif AS, sehingga para investor menumpuk leveraged position mereka pada aset-aset dan mata uang berimbal hasil tinggi.

Sentimen tersebut bertambah setelah data ekonomi China pagi tadi dilaporkan melebihi ekspektasi, dimana data GDP-nya naik 6.9 persen (YoY). Menguatnya Penjualan Ritel dan output industri China membantu mengimbangi lemahnya saham-saham di Shanghai. “Data tersebut cukup menggembirakan bagi pertumbuhan global, karena China merupakan perekonomian terbesar kedua di bumi,” kata Craig James, Kepala Ekonom di CommSec, Sydney. “Berdasarkan data ini, maka (ekonomi China) sedang tidak butuh pelonggaran moneter maupun pengetatan karena tekanan inflasi sudah cukup,” tambahnya. Menurut James, yang perlu dilakukan Bank Sentral China saat ini hanyalah pengawasan yang ketat.

Note :
EUR/USD diperdagangkan di angka 1.1461, sedikit melandai meski masih di level tinggi yang terbentuk sejak tanggal 14 Juli. Sedangkan USD/JPY sedang berupaya bangkit ke posisi 112.590, meski masih di level rendah yang terbentuk pada hari Jumat kemarin.

Akhir pekan lalu, inflasi (CPI) AS bulan Juni dilaporkan tidak berubah, dengan persentase 0 persen (MoM) setelah menunjukan penurunan 0.1 persen pada bulan Mei. Angka tersebut juga lebih buruk dibandingkan prediksi ekonom yang memperkirakan kenaikan 0.1 persen. Sementara itu, Retail Sales AS turun 0.2 persen pada bulan lalu (setelah turun 0.1 persen bulan Mei), mematahkan prediksi kenaikan 0.1 persen oleh para ekonom.

“Hal (CPI dan Penjualan Ritel AS) yang beragam tersebut kemungkinan dapat membuat The Fed waspada, dan sedikit membuat pasar penasaran apakah perlu menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed tahun ini,” kata ekonom ANZ, David Plank. Fed Fund Futures memasang peluang 50-50 untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember tahun ini.

(Visited 11 times, 1 visits today)