Dolar AS Menguat Setelah OPEC Setuju Potong Output Minyak

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

dolarDolar AS menguat sampai menyentuh level tinggi 9.5 bulan terhadap Yen pada Kamis (01/Desember) pagi ini, setelah OPEC sepakat untuk memangkas output minyak mereka. Ekspektasi akan kenaikan inflasi dan imbal hasil obligasi AS pun merebak.

Steven Mnuchin, seorang bankir Amerika yang ditunjuk oleh Donald Trump untuk memimpin Kementerian Keuangan AS, tak memberikan petunjuk apapun mengenai rencana melonggarkan penguatan Dolar dalam pidato pertamanya kemarin. Sehingga, para trader makin terdorong untuk membeli Dolar. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor, naik ke angka 101.60, kian mendekati level tinggi minggu lalu di angka 102.05, yang merupakan level tertinggi sejak bulan Maret 2003.

Dolar AS memantul naik ketika harga minyak melonjak hingga 9 persen pada Rabu malam kemarin karena negara-negara anggota OPEC sepakat untuk memotong produksinya. Reduksi ini merupakan yang pertama kali sejak tahun 2008. Lompatan harga minyak memicu ekspektasi kenaikan inflasi, yang mana akan menaikkan obligasi pemerintah AS. Dampak negatif dari inflasi akan berpengaruh pada harga obligasi. Permintaan terhadap Dolar AS yang meningkat melemahkan mata uang pasangan Dolar seperti Yen dan Euro.

USD/JPY terus mendaki melampaui puncak minggu lalu di angka 113.90. Saat berita ini ditulis, USD/JPY sudah diperdagangkan di angka 114.59 yen. Di sesi perdagangan sebelumnya, USD/JPY menyentuh angka 114.83. “Saya kira, peluang untuk Dolar menyentuh level 115 yen hanya masalah waktu, (terutama) setelah Mnuchin tak memberikan keterangan apapun tentang penguatan Dolar,” kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Mata Uang di Mizuho Securities.  Sementara menurut analis dari CitiFX di New York, Steven Englander, kabar baiknya adalah mereka (kabinet pemerintahan baru AS) tampaknya tak mengatakan akan ada yang disebut sebagai manipulator mata uang pada hari pertama (setelah Trump dilantik sebagai presiden). Mereka tampaknya memang ingin Dolar menguat dengan menekankan pada surplusnya neraca modal dan modal ketenagakerjaan.

Informasi
EUR/USD diperdagangkan pada angka 1.0293, tergelincir sedikit dari level tinggi 1.0666. USD/CHF meroket ke level tinggi 10 bulan di angka 1.0205, dari sebelumnya di angka 1.0610.
(Visited 46 times, 1 visits today)