Dolar AS Menuju Penurunan Bulanan Meski Stabil Pagi Tadi

In Berita Fundamental Forex by Reza Pahlevi

Meskipun tampak stabil di level tinggi setelah laporan pendahuluan GDP AS yang diumumkan malam tadi, Dolar AS sedang dalam jalur penurunan bulanan terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya, di hari Kamis (30/Nov) ini. Para investor masih mengkhawatirkan perkembangan reformasi pajak AS. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor lainnya, naik 0.1 persen ke level 93.255, tapi menurun 1.4 persen pada bulan November.

Pada hari Rabu malam, data menunjukkan bahwa perekonomian AS tumbuh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya, di kuartal ketiga tahun ini. "GDP kuartal ketiga direvisi naik, dan kita juga memiliki data Kepercayaan Konsumen yang juga sangat baik, yakni mencapai level tinggi 17 tahun," kata Jeff Kravetz, Ahli Investasi Regional dari U.S. Bank Wealth Management.

"Di samping data-data ekonomi yang baik, menurut saya para investor juga masih fokus pada rancangan UU Pajak AS," tambahnya. "Jika (RUU Pajak) lolos, maka Dolar AS dapat terangkat, karena reformasi pajak adalah hal yang paling diperhatikan oleh para investor sepanjang tahun ini,"

Ketua The Fed yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Janet Yellen, menyampaikan testimoni mengenai outlook ekonomi AS di hadapan The Congressional Joint Economic Committee kemarin malam. Yellen kembali menegaskan kebijakan bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara bertahap, di tengah perekonomian yang berpotensi overheat. Komentar Yellen tersebut dinilai agak lebih hawkish sehingga mengangkat yield US Treasury dan menaikkan Dolar AS.

GBP/USD masih menjadi pair yang menampilkan kenaikan hingga sesi Asia hari ini, dengan diperdagangkan pada angka 1.3467, dari sebelumnya 1.3414. Obligasi 10-tahunan pemerintah Inggris mengalami penurunan yang terbesar sejak bulan Juni, pada hari Rabu kemarin setelah media melaporkan bahwa Inggris setuju untuk membayar biaya liabilitas pada Uni Eropa sebesar 50 miliar Euro, dalam kaitannya dengan perceraian Inggris dari UE.

USD/JPY tampak stabil di level tinggi 111.988 walaupun total penurunan pair tersebut di pekan ini telah mencapai 1.5 persen. Para investor juga memperhatikan perkembangan peluncuran rudal oleh Korea Utara ke AS, terutama respon AS terhadapnya.
(Visited 17 times, 1 visits today)