Dolar AS Stabil Di Sesi Asia Setelah Timbun Gain

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar menimbun perolehan yang cukup banyak hingga sesi perdagangan Rabu (16/Agustus) pagi tadi. Kemarin malam, Data Penjualan Ritel AS untuk bulan Juli, dilaporkan melonjak melampaui estimasi. Dengan demikian, spekulasi mengenai FED rate hike lanjutan kembali naik ke permukaan.

Di samping itu, notulen rapat The Fed yang telah digelar pada bulan Juli lalu, akan diterbitkan pada malam nanti. Itu akan menjadi event yang cukup dinantikan para trader, demi mendapat petunjuk lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga berikutnya, serta tentang pengurangan besaran neraca keuangan yang banyak diperkirakan akan dimulai pada bulan depan.

Meski demikian, analis tidak memperkirakan akan adanya sentimen hawkish dari notulen rapat The Fed nanti. “Saya tidak berharap akan ada kesan hawkish dari notulen,” kata Masafumi Yamamoto dari Mizuho Securities kepada Reuters. “Pada akhirnya, saya kira The Fed memang akan menaikkan suku bunga secepat-cepatnya pada bulan Desember tahun ini, tetapi pasar belum sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan tersebut,”

Yamamoto menambahkan, masih ada kesempatan bagi Dolar untuk mendapat perolehan lagi jika para pelaku pasar mulai memperhitungkan tingginya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Masalahnya, hal tersebut belum terjadi karena Fed Fund Futures justru menunjukkan persentase yang sedikit lebih kecil akan kenaikan suku bunga tahun ini. Selain apiknya data ekonomi AS, meredanya gejolak geopolitik AS dan Korea Utara turut menjadi kontributor penguatan Dolar. Kim Jong Ung memutuskan untuk membatalkan serangan ke Guam, dan memilih mengawasi tindakan Washington terlebih dahulu.

Informasi
USD/JPY diperdagangkan stabil di harga 110.653, menjauhi level rendah 110.427 yang tercapai sebelum pembatalan serangan oleh Korut. EUR/USD tampak flat setelah mendulang kenaikan 0.1 persen ke harga 1.1743. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan pada kisaran 1.1739.
(Visited 20 times, 1 visits today)