Dolar Menguat, Pasar Tunggu Respon AS Terhadap Misil Korut

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS mengungguli Yen di sesi perdagangan Rabu (29/Nov) pagi tadi, terangkat oleh menguatnya data ekonomi AS yang diumumkan malam tadi serta peluncuran misil kembali oleh Korea Utara. Peluncuran misil tersebut pada dasarnya hanya berdampak kecil pada pasar. Fokus investor lebih tertuju kepada bagaimana tanggapan AS akan aksi Kim Jong Un tersebut. Di awal sesi, USD/JPY tampak 0.35 persen lebih tinggi dibandingkan dengan posisi sebelumnya, dengan diperdagangkan di angka 111.620. Namun, saat berita ini ditulis, candle rupanya tidak menambah kenaikan karena tarikan buyer Yen lebih kuat, sehingga USD/JPY melorot sedikit ke angka 111.516.

"Dolar memetik banyak sekali permintaan setelah data Kepercayaan Konsumen AS yang dilaporkan menguat. Ditambah lagi dengan menguatnya imbal hasil obligasi AS, serta kelegaan akan diloloskannya RUU pajak oleh Komite Anggaran Senat," kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays, Tokyo. Senat AS telah mengajukan rancangan undang-undang pemotongan pajak yang dirancang oleh Presiden Trump, dan akan segera melakukan pemungutan suara untuk mengambil keputusan pada Kamis besok walaupun sejumlah detail undang-undang masih belum pasti.

Selain itu, Kadota juga mengatakan bahwa pasar juga mengamati perkembangan peluncuran misil oleh Korea Utara, namun fokusnya lebih kepada bagaimana AS merespon hal tersebut. Rabu kemarin Korea Utara menembakkan misil ICBM yang mendarat di dekat Jepang. Peluncuran misil lintas negara ini terjadi lagi setelah peluncuran pada pertengahan September lalu. EUR/USD menurun ke angka 1.1849, dari angka 1.1852 setelah jeblok lebih dari 0.5 persen kemarin malam. GBP/USD naik 0.2 persen ke kisaran 1.3368 di dekat level tinggi dua bulan, setelah The Daily Telegraph melaporkan bahwa Inggris dan Uni Eropa telah menyepakati undang-undang perceraian Inggris dari Uni Eropa.

Di samping itu, calon Ketua The Fed Jerome Powell kemarin malam telah menyampaikan testimoninya di hadapan Komisi Perbankan Senat AS. Tak berbeda dari pidato persiapan yang telah diterbitkan oleh The Fed sehari sebelumnya, Powell mengisyaratkan bahwa dirinya masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga AS, serta menunjukkan keinginan untuk melanjutkan arah kebijakan yang digariskan Janet Yellen.

(Visited 34 times, 1 visits today)