Dollar Amerika Serikat Kuasai Pasar Forex Pasca Kebijakan ECB

In Berita Fundamental Forex by Reza Pahlevi

Dollar AS mendominasi mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Jumat (27/Okt) hari ini, dan sedang dalam jalur untuk mencetak perolehan mingguan. Euro tampak terus merosot setelah kebijakan moneter ECB yang diumumkan kemarin sore. Bank Sentral Eropa tersebut masih melanjutkan pembelian obligasinya bulan ini, dan baru akan mulai tapering pada Januari 2018.

ECB memperpanjang program pembelian obligasinya hingga sembilan bulan sampai September 2018, serta masih membuka pintu untuk tetap melanjutkannya walaupun jika tenggat waktu tersebut sudah berakhir. Namun, bank sentral tersebut menyatakan akan mulai memangkas anggaran pembelian obligasi hingga setengahnya, menjadi 30 miliar euro per Januari 2018 mendatang.

Presiden ECB Mario Draghi, mengatakan bahwa level stimulus moneter yang cukup masih dibutuhkan oleh Zona Euro karena inflasi belum menunjukkan sinyal-sinyal tren kenaikan yang berkelanjutan. Saat berita ini ditulis, Euro menurun 0.15 persen dengan diperdagangkan di angka 1.636 setelah mententuh level 1.1624, terendah sejak tanggal 26 Juli. Dalam satu pekan ini, EUR/USD telah menghimpun penurunan sebanyak 1.3 persen.

Menurut Koji Fukaya dari FPG Securities di Tokyo, parahnya pelemahan Euro terhadap Dollar AS disebabkan oleh gap divergensi kebijakan antara ECB dan The Fed, yang terbentuk setelah ECB memutuskan untuk baru mulai tapering pada Januari 2018. Padahal, The Fed hampir dipastikan akan menaikkan suku bunga pada Desember 2017. Situasi ini membuat Dollar AS menguat dan Euro melemah. Di sisi lain, USD/JPY tampak menguat 0.15 persen ke angka 114.155 yen, dan bergerak ke level 114.110 yen saat berita ini ditulis. Kenaikan Greenback terhadap Yen memang terbatas, karena Yen sedang reli terhadap Euro. Kenaikan USD/JPY tercatat sebanyak 0.5 persen dalam sepekan ini.

GBP/USD juga tampak tergelincir sebanyak 0.3 persen ke angka 1.3124, dengan para investor yang fokus pada apakah Bank Sentral Inggris akan ikut menaikkan suku bunga bulan November depan atau tidak. Kendati demikian, sebagian analis memperkirakan, penurunan GBP/USD tersebut terbatas dan akan memantul naik dalam jangka pendek. (Source Seputarforex.com)
(Visited 41 times, 1 visits today)