Dollar AS Bertahan Di Level Tinggi Di Tengah Dampak Badai Irma

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS sedikit tergelincir di level tingginya terhadap Yen pada sesi perdagangan Selasa (12/September) siang ini. Meski demikian, para investor masih cukup tenang mencerna dampak ketegangan geopolitik yang diakibatkan oleh percobaan senjata Korea Utara.

USD/JPY diperdagangkan pada 109.37, tergelincir dari posisi 109.54 yang tercapai di pembukaan sesi Asia pagi tadi. Kendati demikian, USD/JPY masih berada di level tinggi yang terbentuk sejak kemarin. Sedangkan USD/CHF diperdagangkan di kisaran 0.9491.

Korea Utara kemarin lebih memilih untuk merayakan hari jadinya yang ke-69 tahun dengan memberikan penghargaan kepada para ilmuwan lokalnya, terutama yang telah membantu peluncuran uji coba nuklir di minggu-minggu sebelumnya. Oleh karena itu, tidak ada aksi peluncuran rudal di akhir pekan. Dolar AS pun meresponnya dengan penguatan, mengungguli Yen dan Franc Swiss yang panen perolehan dalam sepekan kemarin.

Selain itu, para investor juga merasa lega setelah Badai Irma diturunkan statusnya menjadi badai tropis. Artinya, potensi kerusakan ikut menurun walaupun estimasi kerugian yang diakibatkan oleh Badai Irma masih mencapai US$100 miliar. “Kami yakin bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh Badai Irma berkisar US$100 miliar, termasuk di antara badai dengan kerugian terbesar sepanjang sejarah. Jumlah ini mencapai 0.5 persen dari total GDP AS sekitar $19 triliun,” kata Joel Myers, CEO AccuWeather, yang dikutip oleh Investing.com

Note :
Namun, walaupun Dolar AS rebound, outlooknya masih bearish karena para spekulator menggenjot pertaruhan short terhadap Greenback mendekati level tinggi 5 tahun, menurut data CFTC.
(Visited 35 times, 1 visits today)