Ekspektasi Rate Hike BoE Melempem, Poundsterling Merosot

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Sterling terus merosot di sekitar level rendah tiga minggu terhadap Dolar AS, dalam sesi perdagangan Jumat kemarin. Para investor mulai khawatir akan outlook ekonomi Inggris setelah beragamnya data-data ekonomi negara tersebut minggu ini. “Lonjakan Pound pada bulan Juli lalu merupakan akibat dari ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Inggris (BoE) dalam rapat kebijakan moneter terakhirnya. Akan tetapi, dengan adanya data-data fundamental yang cenderung menunjukkan penurunan dalam ekonomi, maka tak heran jika Poundsterling pelan-pelan melemah,” kata Viraj Patel, ahli strategi dari ING London kepada Reuters.

GBP/USD sore ini diperdagangkan di angka 1.2961 dari angka 1.2986. Mata uang tersebut sedang dalam jalur penurunan ke level terendah dua minggu terhadap Dolar AS, sejak bulan Maret 2017. Jika dirunut sejak keputusan Brexit tahun lalu, Pound sudah merosot hingga 13 persen.

Berhubung perekonomian Inggris sedang “tertutup mendung”, maka para pelaku pasar keuangan menurunkan spekulasi mereka akan kenaikan suku bunga Inggris tahun ini. Padahal, spekulasi tersebut adalah pendongkrak utama kenaikan Sterling sejak awal Agustus, kata para analis. Data inflasi Inggris yang akan dirilis pada minggu depan akan menjadi penentu utama pergerakan Sterling. Bulan lalu, inflasi Inggris tercatat mengalami perlambatan di luar ekspektasi untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober.

Note :
Terhadap Euro, Pound tampak naik sebanyak 0.2 persen ke angka 90.56 pence. Para analis dari Morgan Stanley memperkirakan bahwa EUR/GBP akan menyentuh paritas di kuartal pertama tahun 2018.
(Visited 38 times, 1 visits today)