Emas Menguat Karena Trump Dan Melempemnya Data Ekonomi AS

In Berita Fundamental Forex by Reza Pahlevi

Harga emas di sesi Asia pada hari Senin (30/01) mengalami kenaikan kembali sejalan dengan keputusan imigrasi Donald Trump dan rilis data ekonomi AS yang melempem. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,194 Dolar AS. Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk terpantau menguat tipis dari sebelumnya Rp 582,000 menjadi Rp 583,000.

Gold bar on financial page, close-up, high angle viewPada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April meningkat sebesar 0.49 persen ke kisaran level harga 1,196 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret berada di level harga 17.20 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret diperdagangkan menjadi 2.6920 Dolar AS per pound, mengalami kenaikan tipis sebesar 0.07 persen.

tumperPeningkatan harga emas terjadi seiring dengan bursa saham Asia yang tertekan karena Presiden AS, Donald Trump menerapkan kebijakan untuk membatasi imigrasi terhadap sejumlah negara. Sentimen negatif ini kembali menyebabkan kecaman di AS serta negara lain dan menambah keresahan sebagian besar pelaku pasar terkait dengan keputusan Donald Trump yang semakin tak bisa diprediksi. Perintah Presiden negara Paman Sam ini melarang masuknya warga negara dari negara Suriah, Iran, Irak, Sudan, Yaman, Somalia, dan Libya selama 90 hari ke depan demi menjaga kemanan AS.

Namun, kenaikan harga emas masih terbatas mengingat koreksi bursa saham Asia tidak terlalu besar. Kondisi ini dikarenakan sebagian besar bursa-bursa saham di Asia seperti bursa China, Hong Kong, Singapura, Malaysia tutup untuk memperingati perayaan imlek.

Sedangkan selama sesi perdagangan kemarin, harga emas sudah merangkak naik setelah rilis GDP AS yang mengecewakan pasar karena di bawah ekspektasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa data GDP AS untuk kuartal IV ambruk menjadi 1.9 persen daripada rilis data sebelumnya di kuartal III sebesar 3.5 persen. Di samping itu, data pesanan barang-barang tahan lama (Durable Goods Orders) secara bulanan di bawah ekspektasi yakni menjadi -0.4 persen.

Informasi
Rilis data tersebut membuat pertumbuhan ekonomi AS selama tahun 2016 hanya 1.6 persen, pertumbuhan ekonomi terlambat sejak tahun 2011. Melambannya pertumbuhan ekonomi AS ini memunculkan adanya spekulasi bahwa bank sentral AS akan menghindari kenaikan tingkat suku bunga-nya terlalu cepat, sehingga minat investor terhadap emas naik dan mendorong harga emas.
(Visited 28 times, 1 visits today)