Emas Menguat, Pasar Khawatirkan Pertemuan Presiden AS Dan China

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Kekhawatiran tentang isu politik global memicu sebagian besar para investor beralih membeli aset safe haven seperti emas. Kondisi ini lantas membuat harga emas di sesi Asia pada hari Selasa ini (04/04) terpantau meninggi. Selain isu politik, harga emas juga dinaikkan oleh rilis data ekonomi ISM Manufaktur AS yang turun.

perhiasan“Harga logam mulia emas memiliki performa bagus selama beberapa minggu terakhir ini, tapi bisa jadi kembali terbebani apabila Dolar AS menguat sejalan dengan kondisi perekonomian AS yang menunjukkan tanda-tanda pulih dan membaik”, ucap Stephen Kalayjian, Kepala Analis di KnowVera Research. Menurutnya, sebagian pelaku pasar kini masih dalam keadaan wait and see. Sependapat dengan Kalayjian, Senior Economic Adviser di Rosland Capita, Jeffrey Nichols menuturkan, saat ini kondisi pasar masih netral karena investor tengah menantikan beberapa faktor penting untuk bisa menggerakkan harga emas secara signifikan.

Informasi
Harga emas spot saat ini mengalami kenaikan sebesar 0.19 persen menjadi 1,255 Dolar AS dan harga emas berjangka di Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman bulan Juni menanjak signifikan sebesar 0.29 persen ke level harga 1,257 Dolar AS per troy ons. Harga emas batangan bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk menguat menjadi Rp 591,000 daripada level harga kemarin Rp 589,000.

Selama sesi perdagangan hari Senin kemarin, harga logam kuning ini diperdagangkan di level rendah. Akan tetapi, emas berusaha naik lagi setelah mendapatkan sentimen positif dari rilis data ekonomi AS. Institute for Supply Management kemarin mengumumkan bahwa indeks manufaktur AS menurun menjadi 57.2 dari sebelumnya 57.7. Turunnya aktivitas manufaktur AS dari level tertingginya dua setengah tahun terjadi karena adanya kemunduran proses produksi serta persedian. Ledakan di St. Petersburg, Rusia sempat juga mendorong kenaikan permintaan aset safe haven emas oleh investor.

Di samping itu, harga emas terdukung pula oleh kondisi pasar ekuitas global yang melemah. Investor cemas tentang pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Xi Jinping, Presiden China yang akan berlangsung pada hari Kamis dan Jumat nanti. Hal ini terjadi mengingat beberapa waktu setelah Trump terpilih menjadi Presiden AS, pernyataan Trump menunjukkan sikap yang menentang daripada kerjasama dengan Presiden China tersebut.

(Visited 23 times, 1 visits today)