Euro Masih Terkapar Di Tengah Suramnya Politik Jerman

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Euro diperdagangkan flat di level rendah di sesi perdagangan Rabu (27/Sep) siang ini terhadap Dolar AS dan Poundsterling. EUR/USD merosot ke angka 1.1780, dari posisi 1.1850 di sesi New York. Sedangkan EUR/GBP diperdagangkan pada angka 0.8771 sedikit naik dari level 0.8766 di awal sesi.

Euro memulai penurunannya sejak hari Senin kemarin, setelah Angela Merkel dipastikan memenangi jabatan kanselir untuk keempat kalinya. Kemenangan Merkel memang merupakan ekspektasi pasar, sayangnya, partai yang mengusung Merkel tidak mendapatkan suara mayoritas di parlemen.

Oleh sebab itu, Merkel harus berjuang keras untuk membentuk koalisi pemerintahan yang solid, dan hal ini diperkirakan akan memakan waktu yang lama. Itulah yang membuat Euro melemah, karena artinya, negara ekonomi nomor satu di Zona Euro tersebut akan dirundung ketidakpastian politik.

“Pasar masih mengkhawatirkan bahwa lemahnya posisi politik Merkel tak akan mampu mempertahankan stabilitas kosensus politik yang menghasilkan pemulihan terbaik bagi Zona Euro dalam beberapa tahun ke depan,” kata Boris Schlossberg, Direktur BK Asset Management dalam catatannya hari ini. Para investor juga mengkhawatirkan referendum kemerdekaan wilayah Catalonia di Spanyol yang pada hari Minggu lalu sempat digelar di Barcelona. Meski demikian, pemerintah pusat Spanyol di Madrid mengklaim bahwa pengambilan suara tersebut ilegal.

Catatan :
“Seperti yang sudah dikemukakan oleh sejumlah analis, pemilu Jerman sedang mengambil alih kemudi pada mata uang Euro, dan pidato Yellen kemarin malam memantapkan sentimen kebijakan moneter ketat di AS.” sambung Schlossberg. Menurutnya, kehadiran retorika yang mendukung Dolar AS dapat membuat EUR/USD terkapar di bawah level kunci 1.1800. as needed.
(Visited 25 times, 1 visits today)