Fenomena Hujan Meteor hingga Bulan Hitam di Langit Malam

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Februari tampaknya menjadi bulan yang menarik di tahun ini untuk memandang langit. Akan tetapi, ini tergantung lokasi Anda berada. Ada beberapa waktu yang menampilkan pemandangan menarik di langit. Fenomena alam ini mulai dari hujan meteor yang bertebaran di luar angkasa, yang merupakan pertunjukan terbaik yang bisa dilihat pada langit malam di Februari. Seperti dilansir dari MentalFloss, pada 7-8 Februari, apabila Anda tinggal di belahan Bumi selatan, tepat tengah malam menuju 8 Februari akan ada hujan meteor Centaurid yang meluncurkan bintang per jamnya.

Fenomena Langit yang Tidak Boleh Dilewatkan di 2018

* 31 Januari: Gerhana bulan total terlihat jelas dari Australia, Amerika Utara, timur Asia dan Samudra Pasifik.

* 15 Februari: Gerhana matahari sebagian bisa dilihat dari Antartika, Cile dan Argentina.

* 13 Juli: Gerhana matahari sebagian terlihat dari Antartika dan ujung selatan Australia. 

* 27 Juli: Gerhana bulan total, sebagian besar terlihat dari negara-negara di Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Australia Barat. 

* 11 Agustus: Gerhana matahari sebagian tampak di timur laut Kanada, Greenland, Eropa Utara, dan timur laut Asia.

INFO :
Jumlah meteor yang jatuh tidak akan banyak hanya sekitar 10-15 meteor per jam. Namun setiap 33 tahun sekali, hujan meteornya bisa sangat ekstrem dengan produksi lebih dari seribu meteor dalam satu jam.

Selama siklus Leonid di tahun-tahun terakhir ini, tingkat produksi meteor jauh lebih rendah. Antara tahun 1998 dan 2002, meteor yang turun rata-rata hanya ratusan per jam.

Untuk mengamatinya, Djamal menerangkan bahwa pengamat langit bisa melihat ke arah rasi bintang Leo yang terletak di antara Cancer di sebelah barat dan Virgo di sebelah timur.

(Visited 55 times, 1 visits today)