Gegara Loss Besar, Trader Sandera 20 Karyawan Broker Forex

In Berita Fundamental Ekonomi by Kia Pratiwi

Sebuah laporan mengejutkan merebak dari Shanghai, China. Karyawan-karyawan di broker disandera oleh nasabahnya sendiri, setelah para trader itu mengalami kerugian sebesar USD2.6 juta minggu lalu.

Minta Kompensasi Penuh


Menurut laporan Reuters, kronologi peristiwa dimulai ketika sekitar 30-50 klien Broker datang ke kantor perwakilan Shanghai pada hari Rabu lalu (19/Juli). Mereka menyalahkan Pihak Broker atas loss yang dideritanya saat trading AUD/USD dan menuntut dikembalikannya uang sebesar USD2.6 juta yang hangus akibat losstersebut. Selanjutnya, karena tak mendapat tanggapan yang memuaskan, mereka menyandera sekitar 20 karyawan Broker.

Awal pekan ini, FinanceMagnates mengabarkan, sebagian besar karyawan broker tersebut yang disandera telah dilepaskan. Namun, sekitar 3 karyawan dari Taiwan dan China, masih ditahan oleh para nasabah yang murka. Ketiganya diberi makan dan minum, tetapi salah satu nampak mengalami luka minor. Melalui WeChat, media sosial mirip WhatsApp yang populer di China, Broker tersebut  mengatakan, Kami telah memberikan penjelasan terperinci pada para agen dan klien, tetapi mereka menolak penjelasan pihak broker. Broker tidak akan menerima (tuduhan para nasabah tersebut bahwa broker bertanggung jawab atas loss yang terjadi -red), dan kami juga takkan berkompromi.”

Situasi Yang Ganjil


Hingga saat ini, kepolisian China masih bergeming; sehingga Justin Pooni, Manajer Marketing Broker terebut, mengatakan pada Financial Times, “Ini adalah situasi yang ganjil”. Sedangkan Pimpinan Eksekutif Shay Zakhaim, menuturkan pada Reuters, “Kita berada dalam situasi yang sangat ganjil, dimana sejumlah penyusup datang ke kantor Shanghai kami dan menyandera sejumlah staf kami. Kami sudah menelepon polisi lokal lebih dari selusin kali, tanpa hasil dan tanpa bantuan saat ini dan kami masih tidak tahu kenapa. Mereka hanya berdiri di luar gedung. Kami mengharapkan ada resolusi yang cepat dan aman.”

 

 

(Visited 64 times, 1 visits today)