Harga Emas Melaju Meski Rilis Data Ekonomi AS Tampil Apik

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Turunnya mata uang Dolar AS dari level tinggi satu bulan pasca rilis data ekonomi yang positif membuat harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (16/02) mengalami peningkatan cukup signifikan. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,235 Dolar AS. Harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk menanjak menjadi Rp 590,000 daripada sebelumnya Rp 588,000.

finegoldPada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April meningkat sebesar 0.36 persen ke level harga 1,237 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret berada di level 18.0 Dolar AS per troy ons; dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret ke harga 2.7520 Dolar AS per pound, mengalami kenaikan sebesar 0.42 persen.

Kata Suki Cooper, Analis Standart Chartered
“Meski ada ketidakpastian geopolitik yang telah menaikkan permintaan aset safe haven, pasar kini kembali berfokus ke kapan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga-nya lagi,” kata Suki Cooper, analis di Standard Chartered.

Pada hari Rabu kemarin, beberapa anggota parlemen partai Republik mengkritik kinerja Ketua The Fed, Janet Yellen dalam mengurus ekonomi AS. Salah satu anggota partai tersebut, Patrick McHenry, mendesak Yellen untuk tidak membuat aturan atau kebijakan baru hingga Presiden Donald Trump menunjuk pejabat The Fed. Sebelumnya, Donald Trump dalam kampanye-nya berjanji akan memilih tiga anggota Dewan Gubernur The Fed. Sentimen ini menyebabkan minat investor terhadap emas naik sehingga harga emas pada sesi kemarin mampu rebound. Sementara itu, Presiden The Fed Philadelphia, Patrick Harker berpendapat, kondisi perekonomian AS siap untuk menghadapi tiga kali kenaikan tingkat suku bunga dan tidak tergantung pada perubahan kebijakan fiskal yang akan dilakukan oleh Donald Trump.

Goldman Sachs juga memiliki ekspektasi tinggi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga-nya lagi pada pertengahan tahun 2017. Sedangkan JP Morgan memprediksi FED Rate Hike akan terjadi pada bulan Mei mendatang, mengingat adanya penguatan pada serangkaian rilis data ekonomi AS saat ini. Data Retail Sales AS untuk bulan Januari melonjak melebihi ekspektasi analis dan data Consumer Prices naik sangat signifikan, mencatatkan peningkatan ke level tertinggi empat tahun.

(Visited 25 times, 1 visits today)