Harga Emas Merangkak Naik Setelah Rilis Notulen Rapat FOMC

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Rilis notulen rapat FOMC tadi malam membuat harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (23/02) mengalami kenaikan tipis. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan ke level harga 1,236 Dolar AS. Harga emas batangan pecahan satu gram bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk stabil di level harga Rp 591,000. Sementara harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga stagnan di kisaran level harga Rp 527,000.

emasPada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas untuk pengiriman bulan April meningkat sebesar 0.33 persen ke level harga 1,237 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Mei berada di level 17.98 Dolar AS per troy ons;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei ke kisaran harga 2.734 Dolar AS per pound, mengalami penurunan signifikan sebesar 0.42 persen.

Notulen pertemuan FOMC yang dirilis kemarin menunjukkan, sebagian besar pembuat kebijakan bank sentral AS sepakat akan memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga AS dalam waktu dekat, jika data ekonomi AS di sektor ketenagakerjaan dan inflasi sesuai dengan ekspektasi.Goldman Sachs memprediksi akan ada tiga kali FED rate hike di tahun 2017 ini. Menurut Goldman Sachs, probabilitas kenaikan suku bunga AS pada bulan Juni sebesar 80 persen dan kondisi ini diperkirakan bisa menekan harga emas lagi.

Akan tetapi, rilis notulen FOMC kemarin tidak diikuti dengan penguatan mata uang Dolar AS. Indeks Dolar justru menurun ke level 101.31 sehingga mendorong naik harga logam mulia emas. Hal ini terjadi karena para petinggi the Fed meyakini ada ketidakpastian tentang dampak rencana kebijakan ekonomi Presiden AS, Donald Trump. Di samping itu, pejabat the Fed juga menunjukkan perhatian mereka terhadap penguatan Dolar selama ini dan risiko-risiko yang mungkin muncul karena itu.

Alert Title
“Para pelaku pasar memandang notulen rapat FOMC sedikit dovish, seiring dengan pelemahan yield obligasi dan mata uang Dolar AS,” ujar Andrew Grantham, analis senior di CIBC World Markets. Meski demikian, ia berpendapat, peluang rate hike untuk bulan Maret masih ada apabila penguatan data tenaga kerja AS masih berlanjut.
(Visited 39 times, 1 visits today)