Harga Emas Naik Didorong Tingginya Permintaan Safe Haven Karena Trump

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga emas di sesi Asia pada hari Senin (23/01) mengalami kenaikan di tengah pelemahan mata uang Dolar AS dan tingginya permintaan aset safe haven emas. Kondisi ini terjadi setelah pelantikan Donald Trump menjadi Presiden AS pada hari Jumat pekan lalu. Saat berita diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,218 Dolar AS. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk terpantau merangkak naik menjadi Rp 593,000 dari sebelumnya di level harga Rp 591,000.

GOldPada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari meningkat sangat signifikan sebesar 1.09 persen ke level 1,218 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret menanjak ke kisaran level harga 17.26 Dolar AS per troy ons; dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret meningkat menjadi diperdagangkan di level harga 2.661 Dolar AS per pound.

Selama sesi perdagangan pekan lalu, harga emas melonjak dan mengabaikan rilis data ketenagakerjaan AS yang membaik melebihi ekspektasi. Harga emas tetap mengalami kenaikan meski ada pandangan ekonomi AS sudah cukup kuat untuk menghadapi kenaikan tingkat suku bunga lagi. Hal ini terjadi sejalan dengan pasar yang mencerna isi pidato Donald Trump setelah pelantikannya sebagai Presiden AS ke-45.

goldtrumpPidato yang bedurasi sekitar 16 menit tersebut menyebut hal-hal kurang menyenangkan yang terjadi sebelum kepemimpinannya. Trump menyatakan selama ini negara AS sudah banyak berkorban untuk memperkaya industri asing, namun infrastruktur AS masih belum diperbaiki. Pernyataan Donald Trump ini kemudian menyebabkan keresahan terkait akan adanya kebijakan perdagangan proteksionis. Menurut Analis di HSBC Securities New York, James Steel, beberapa isu sehubungan dengan proteksionisme dan kebijakan populis kemungkinan besar mampu membuat harga emas terdukung.

Note :
Untuk sepekan mendatang, sebagian besar investor akan mencermati rilis data GDP AS dan Inggris kuartal ke-4 tahun 2016. Pasar juga akan terus menunggu realisasi serta kejelasan terkait rencana-rencana kebijakan ekonomi Donald Trump.
(Visited 43 times, 1 visits today)