Harga Emas Terangkat Ketidakpastian Geopolitik Dan Ekonomi AS

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (09/02) mengalami kenaikan seiring dengan kecemasan sebagian besar pelaku pasar mengenai kondisi politik Eropa dan ekonomi AS. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran 1,240 Dolar AS. Harga emas batangan bersertifikat milik PT Antam, Tbk naik menjadi Rp 594,000 daripada sebelumnya Rp 592,000.

Gold bars are seen in this picture illustration taken at the Istanbul Gold Refinery in Istanbul March 12, 2013. REUTERS/Murad SezerPada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April merangkak naik sebesar 0.20 persen ke level harga 1,242 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret berada di level 17.77 Dolar AS per troy ons;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret ke kisaran harga 2.672 Dolar AS per pound, mengalami peningkatan sebesar 0.21 persen.

Selama sesi perdagangan hari Rabu malam kemarin, harga emas meningkat dan melanjutkan reli ke level tertinggi sejak bulan November di tengah ketakutan sebagian besar pelaku pasar tentang risiko politik di Eropa dan ketidakpastian ekonomi AS karena Donald Trump. Pasar sedang khawatir terhadap janji capres Perancis Marine Le Pen yang akan menggelar referendum untuk mengeluarkan Perancis dari Uni Eropa (Frexit).

Sejauh ini, harga emas sudah mendaki sebesar delapan persen sejalan dengan pelemahan mata uang Dolar AS karena keresahan investor menghadapi kepemimpinan Donald Trump. Menurut Jeffrey Nichols, analis di Rosland Capital, pelaku pasar saat ini beralih ke emas sebagai perlindungan. Ia berpendapat, pada awalnya pasar optimis dengan terpilihnya Donald Trump karena rencana kebijakan ekonomi Trump diprediksi akan membawa keuntungan dan membuat sentimen positif dalam bisnis. Namun, pelaku pasar kini mulai mengubah pandangan mereka sehingga permintaan emas naik.

Informasi
“Emas akan melanjutkan penguatan harga hingga pertengahan bulan Februari karena ketidakjelasan kondisi ekonomi AS serta politik Eropa dan pasar juga akan menunggu rilis data CPI AS untuk mengetahui probabilitas kenaikan suku bunga AS pada bulan Maret”, kata Jiang Shu, analis di Shandong Gold Group. Seperti yang diketahui, jika the Fed menaikkan suku bunga-nya lagi, harga emas akan terbebani dan cenderung bearish.
(Visited 22 times, 1 visits today)