Harga Emas Terkapar Setelah Longsor Tanpa Sebab Jumat Lalu

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga Emas merosot tajam nyaris 1% pada akhir perdagangan Jumat lalu (10/November), setelah muncul order Sell besar tanpa katalis yang jelas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, bersamaan dengan pelemahan Dolar AS. Namun demikian, kenaikan harga Emas dalam beberapa hari sebelumnya yang dipicu oleh peningkatan ketegangan di Timur Tengah, masih menahan harga pada posisi gain 1.1% dibanding harga penutupan pada Jumat pekan sebelumnya.

Harga Emas pada Senin pagi tadi (13/November) nampak masih kesulitan beranjak dari level penutupan hari Jumat. Gold Spot XAU/USD hanya naik 0.04% ke $1276.25. Harga Emas Antam di LM Jakarta Pulogadung menurun dari Rp625,580 per gram ke Rp621,544 per gram; tetapi harga buyback tetap pada Rp557,000 per gram.Menyusul peringatan Arab Saudi agar warganya tak bepergian ke Libanon pekan lalu, merebak kekhawatiran akan meletusnya konflik bersenjata antara Arab Saudi dengan Hezbollah yang didukung Iran di Libanon. Hal ini masih menjaga harga Emas dari kemerosotan lebih lanjut. Namun, ada banyak ketidakpastian yang membuat pasar sangsi.

Aksi jual Emas pada Jumat lalu bertepatan dengan pelemahan Dolar AS, yang dihantam oleh keraguan mengenai apakah Presiden Donald Trump akan berhasil menggolkan Reformasi Pajaknya tahun ini. Padahal biasanya, pelemahan Dolar AS cenderung menguntungkan logam mulia. Pekan lalu, anggota Senat AS dari partai Republik mengungkap rencana Reformasi Pajak yang berbeda dengan rencana yang telah dibuat oleh anggota House of Representatives dari partai Republik. Ini berarti, dibutuhkan waktu untuk menyatukan pandangan dari kedua rencana yang sama-sama dikemukakan oleh anggota partai pendukung Trump tersebut; hal mana belum tentu dapat dilakukan sebelum tahun 2017 berakhir.

Di sisi lain, laporan World Gold Council terbaru menyebutkan bahwa meski permintaan Emas di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kemungkinan naik dalam beberapa pekan mendatang, tetapi bakal anjlok tahun depan. Pasalnya, kedua negara tersebut berencana menerapkan pajak (VAT) sebesar 5 persen atas logam mulia. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan negara konsumen Emas terbesar keempat dan kelima di dunia, setelah India, China, dan Amerika Serikat. (Source Seputarforex.com)
(Visited 42 times, 1 visits today)