Harga Minyak Dunia 2017 Tak Akan Lebih dari USD55/Barel

In Berita Fundamental Ekonomi by Della Fitriani

Peneliti dan Pengamat Energi Pri Agung Rakhmanto memprediksi harga minyak dunia berkisar di level USD50 hingga USD55 per barel. Harga minyak dunia tahun ini diyakini masih belum akan merangkak naik.

2017 masih akan bertahan rendah, belum akan melebihi USD60. Masih di angka USD50-USD55 per barel Agung dalam diskusi bertema isu dan tantangan migas di Kantor Chevron, Gedung Sentral Senayan I, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Menurutnya, harga minyak dunia belum akan membaik meski Organisasi Negara Pengekspor Minyak Dunia (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) telah memangkas produksi minyaknya. Kecuali terjadi gejolak di faktor eksternal.

Rusia memangkas produksi pada Januari sekitar 100.000 barel per hari (bph)

Rusia memangkas produksi pada Januari sekitar 100.000 barel per hari (bph), menurut data Reuters. Sehari sebelumnya, sebuah survei Reuters bahwa OPEC setuju untuk melakukan pemotongan produksi.

Setiap harapan dari pemulihan harga akan tergantung pada peningkatan upaya OPEC untuk mengekang keluaran meskipun prospek pelarian terbalik akan tergerus oleh kebangkitan pemula dalam produksi minyak mentah AStephen Brennock dari broker PVM minyak.

Pemotongan oleh Rusia dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak sesuai kesepakatan tahun lalu untuk menurunkan pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari, untuk menopang harga yang masih berada pada kisaran setengah dari pertengahan 2014.

Pemotongan produksi oleh Rusia sebesar 100.000 barel per hari akan menjadi sepertiga dari janji Moskow untuk mengurangi produksi dengan 300.000 barel per hari. Namun, Rusia mengatakan penurunan produksi direncanakan akan dilakukan secara bertahap.

(Visited 10 times, 1 visits today)