Hati-hati!! Ada penyakit dalam Trader Forex

In Psikologi Trading by Della Fitriani

penyakit trader

Ketika seorang trader merasa telah cukup berpengalaman di dunia trading forex, ia akan rentan terserang “penyakit sombong”. Ia mulai percaya bahwa ia memang benar-benar bisa memprediksi dengan tepat ke mana harga akan bergerak. Ia merasa jumawa, merasa berada di puncak dunia. “Penyakit” ini sungguh sangat rentan menyerang siapa pun yang telah berkecimpung di dunia trading forex selama bertahun-tahun. Apalagi ternyata mayoritas analisa yang ia buat ternyata valid, sehingga ada beberapa institusi seperti broker forex dan/atau penyedia layanan analisa trading tertarik untuk memanfaatkan jasa analisa darinya. Jangankan yang “veteran forex” dan sukses, yang pemula dan remuk redam pun sering terserang “penyakit” ini; bahkan lebih parah. Ironis memang. Lebih dari itu masih banyak lagi penyakit-penyakit trader yang lainnya yang akan dibahas pada ulasan berikut.

Penyakit-penyakit trader Forex

Mereka melahap bulat-bulat semua informasi yang mereka terima lalu mencoba untuk segera mempraktekkan semua yang baru saja mereka pelajari. Inilah penyakit yang pertama.

Untuk mengatasi penyakit yang pertama ini, Anda harus menyadari bahwa otak manusia pada umumnya tidak bisa menerima terlalu banyak informasi sekaligus. Maka dari itu, jika suatu waktu Anda ingin mempelajari ilmu atau trik baru, pilihlah terlebih dahulu topik mana yang ingin Anda pelajari. Pelajarilah dan pahami terlebih dahulu topik tersebut hingga Anda kuasai benar, barulah Anda beranjak ke topik yang lain.

Warning :
loss dalam trading itu adalah hal biasa, tidak akan ada trader yang tidak pernah loss, bahkan trader PRO pasti pernah mengalami fase kegagalan. Hanya saja mereka berhasil melawan hal-hal negatif diatas yang bisa semakin membawa trader ke jurang kekalahan. Biarkan saja jika Anda mengalami loss, koreksi kesalahan yang pernah dibuat, sabar menunggu momen terbaik untuk masuk ke pasar. Jangan over trade ataupun trading secara membabi buta karena ingin membalas loss yang sebelumnya terjadi.
(Visited 238 times, 1 visits today)