Hikmah Berhemat Dari Kesuksesan Warren Buffet

In Kisah Sukses Dari Trading by Kia Pratiwi

Bagi para trader dan investor, nama Warren Buffet jelas tak asing lagi. Sebagai salah satu dari tokoh miliarder sekaligus investor terbaik dunia saat ini, ia menghimpun banyak sekali kesuksesan. Tak heran jika CEO Berkshire Hathaway ini dilaporkan memiliki harta kekayaan hingga puluhan miliar Dolar. Banyak orang mencoba menggali rahasia serta cara berpikir hingga tips jitu dari langkah investasi Buffet. Mereka  memborong dan mengikuti langkah-langkah investasi yang tertulis di buku-bukunya. Namun tahukah Anda? Keberhasilan Warren Buffett tak hanya bersumber dari prinsip dan keahliannya dalam berinvestasi, tapi juga kebiasaan berhemat. Bagaimana bisa? Inilah kisah kesederhanaan sang investor legendaris yang menjadi salah satu rahasia keberhasilannya.

Mempertahankan Kebiasaan Berhemat

Warren Buffett bukan hanya menjadi sosok investor yang dapat meraup banyak keuntungan besar dari skill-nya, tapi juga dikenal sebagai salah satu dermawan top dunia. Ia juga selalu menerapkan gaya hidup sederhana, anti foya-foya, dan jauh dari kemewahan, meski sudah berkali-kali diakui sebagai salah satu orang terkaya sedunia. Pilihan gaya hidup Warren Buffett ini rupanya sudah jadi kebiasaan sejak ia masih belia. Sejak usia dini, Buffett telah menunjukkan kegemarannya dalam menghasilkan serta menyisihkan uangnya untuk ditabung. Kesuksesannya saat ini didapat dari kerja keras dan usaha dari bawah, dimana ia pernah menjadi seorang sales door to door, penjual permen karet, minuman soda, sampai menjadi loper majalah dan koran. Setiap penghasilan yang ia dapatkan dari pekerjaannya, selalu ia tabung dan hanya digunakan untuk keperluan penting saja.

Lantas bagaimana dengan kebiasaannya sekarang di saat ia sudah bergelimang kekayaan? Nyatanya, Warren Buffett tetap saja seperti dulu. Pria yang kini sudah menginjak usia lanjut tersebut masih tinggal di rumah sederhananya di Omaha, Nebraska, yang dibeli sejak 50 tahun silam. Sedangkan disaat Buffet bepergian, ia selalu tanpa dikawal oleh siapapun dan membawa sendiri mobil pribadinya. Dia tidak berkeliling dunia memakai jet pribadi, meskipun ia memiliki salah satu perusahaan pesawat jet terbesar di dunia. Ketika punya waktu luang, Warren Buffett lebih senang nonton TV sambil makan popcorn ketimbang berlibur ke tempat-tempat mahal. Meskipun sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, Buffett lebih memilih menu burger, kentang goreng dan minuman dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesiar, Warren Buffett menjawab: “Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher“. Bahkan, ia tidak mempunyai komputer di meja kerjanya, dan sering bepergian tanpa telepon genggam.

Tak Tanggung Sumbangkan Harta

Lebih jauh lagi, Buffett tidak mewariskan seluruh hartanya pada anak-anaknya. Ia hanya ingin memberikan bantuan seperlunya, sehingga mereka tidak menjadi malas dan selalu bergantung pada kekayaan orang tuanya. Warren Buffet justru pernah berikrar akan memberikan sekitar 85 persen harta kekayaannya pada yayasan amal milik Bill Gates, yakni Gates Foundation, apabila ia meninggal nanti. Tak hanya mempersiapkan rencana amal tersebut, di masa hidupnya saat ini Warren Bufett juga sudah banyak berderma. Pada tahun 2006, Warren Buffett menyumbangkan 10 juta sahamnya yang terdapat di Berkshire senilai USD30.7 miliar pada Gates Foundation. Langkah itupun akhirnya membuat Buffett tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam sejarah Amerika.

Hikmah Berhemat Untuk Kesuksesan Trading
Sebuah makna yang kami tangkap disini adalah, Warren Buffett telah menjadi sosok teladan dalam mencerminkan kebiasaan berhermat dan gaya hidup sederhana. Lantas adakah hubungan perilaku tersebut dengan kesuksesan trading? Jawabnya tentu saja ada. Seberapa sering pun Anda mendapatkan profit, Anda tidak akan pernah berhasil mengumpulkan keuntungan nyata bila tidak ditunjang dengan kemampuan money saving yang baik.

Kebiasaan berhermat nyatanya bisa sangat berperan dalam pengaturan money management (MM) trading Anda. Dalam salah satu tips MM andalan, trader disarankan untuk menyisihkan sebagian profit, lalu mengumpulkannya untuk menjadi bagian dari modal trading berikutnya. Jadi dengan cara seperti itu, bahkan trader retail pun bisa membangun modal yang besar untuk mendapatkan potensi profit yang lebih tinggi.

Ingat, mayoritas trader gagal karena tidak memiliki modal yang cukup untuk menanggung kesalahan trading. Jadi di samping mengungkit peluang keuntungan, modal besar yang telah terkumpul tadi juga bisa membantu mengurangi risiko kegagalan trading. Pada akhirnya, modal akan membeli waktu dan waktu akan memberikan pengalaman yang diperlukan dalam mengasah ilmu trading.

Himbauan !!!Biasakanlah untuk selalu menanamkan kebiasaan berhemat dan menyisihkan perolehan yang didapatkan. Dengan demikian, perlahan tapi pasti kita bisa mencontoh langkah Warren Buffett untuk berpikir tentang “How to use money properly”, dan bukannya “How to spend money instantly”.
(Visited 41 times, 1 visits today)