Hindari kesalahan-kesalahan dalam Investasi

In Psikologi Trading by Della Fitriani

investasi

Investasi menjadi salah satu cara yang dipilih orang-orang untuk meningkatkan nilai aset. Dengan kata lain, membuat uang lebih banyak tanpa perlu bekerja susah payah. Dewasa ini semakin banyak orang yang mulai melangkah ke ranah investasi.

Sebab investasi bisa dimanfaatkan sebagai alat mencapai tujuan finansial untuk perencanaan jangka panjang. Misalnya, investasi digunakan untuk mencukupi dana pendidikan anak ataupun dana pensiun nanti. Sayangnya, masih banyak yang salah dalam melakukan investasi. Justru investasi yang dilakukan malah merugikan secara finansial. Dan celakanya, itu terjadi tanpa disadari.

Perlu diketahui investasi ternyata bukanlah pilihan utama sebagian besar kelas menengah di kota besar. Meskipun pilihan investasi saat ini sangat banyak. Mulai dari reksa dana, saham, hingga obligasi. Dan ternyata masih banyak yang menyimpan dananya dalam bentuk tabungan. Padahal, nilai uang dalam tabungan akan turun akibat tergerus oleh inflasi. Beberapa fakta berikut menjelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan banyak orang dalam menginvestasikan dananya. Mudah-mudahan dengan menyajikan data ini, bisa membantu Anda dalam memilih investasi yang tepat.

Terlalu berani mengambil risiko

Seringkali tawaran investasi yang menggiurkan membuat Anda berharap keuntungan yang lebih besar yang bisa di manfaatkan untuk membeli kendaraan ataupun rumah baru. Tak jarang banyak orang berani mengambil resiko untuk berinvestasi. Sebelum berinvestasi, sebaiknya pahami dulu risiko investasi Anda, apakah investasi itu wajar, aman atau menguntungkan. Carilah informasi tentang manager investasi tersebut.Jangan melakukan investasi lebih dari yang Anda siap untuk lepaskan.

Terlalu takut

Jangan terlalu takut untuk memulai investasi. Banyak produk-produk investasi yang telah teruji, aman, menguntungkan dan memiliki rekam jejak yang baik seperti reksa dana, deposito dan obligasi pemerintah. Bersikap waspada bukan berarti Anda takut mengambil risiko.

Tidak tahu tujuan investasi

Sebelum berinvestasi, sebaiknya ketahui dulu apa tujuan investasi Anda. Jika Anda tak tahu tujuan investai, ini menandakan Anda tidak serius dalam berinvestasi. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan atau menambah pendapatan saja sehingga investasi dibiarkan tanpa adanya pengawasan. Tetapkan tujuan investasi Anda, misalnya Anda berinvestasi untuk dana pendidikan anak, investasi untuk membeli kendaraan, investasi pensiun dini dan lain sebagainya. Jika sudah menetapkan tujuan, tentukan berapa jangka waktu investasi Anda, apakah jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Kemudian tentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, berapa nilai uang yang harus disisihkan setiap bulan dan perlindungan apa yang harus dibuat agar investasi Anda aman.

(Visited 23 times, 1 visits today)