Indikator Untuk Trading Trend Forex Terbaik

In Panduan Menggunakan Indikator by Kia Pratiwi

Banyak indikator yang bisa digunakan untuk trading trend forex (trend trading). Di antara banyak pilihan, Trendline Channel atau Andrew’s Pitchfork adalah pilihan paling populer. Keduanya adalah indikator untuk trading trend forex tingkat dasar, jadi pasti dapat ditemukan dengan mudah pada beragam platform trading. Namun, dalam situasi tertentu, ada pertimbangan tertentu di mana salah satu tool trend trading lebih unggul daripada tool saingannya. Yuk, biar jelas kita kupas lebih dalam, mana yang lebih baik, Trendline Channel atau Andrew’s Pitchfork?

Kegunaan Dasar Indikator Untuk Trading Trend Forex


Pada dasarnya, Trendline Channel dan Andrew’s pitchfork memiliki fungsi serupa; menyorot dan mengisolasi rentang pergerakan trend dalam forex. Maksudnya, kedua indikator untuk trading trend tersebut dapat membantu trader untuk mengetahui arah trend terkini dan memberikan bantuan visual di mana harga akan bergerak memantul (koreksi, reversal) atau menembus (breakout) batas garis pergerakan harga. Misalnya, pada chart USD/JPY timeframe daily di atas :

Bila dilihat sekilas, pergerakan harga terlihat belum menampakkan trend yang jelas atau kesannya masih berada dalam keadaan sideways (konsolidasi). Namun, dengan bantuan indikator untuk trading trend seperti Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork, maka arah trend umum mulai terlihat.

Mana Yang Lebih Baik?


Supaya lebih jelas, mari kita bandingkan satu per satu aspek masing-masing indikator untuk trading trend forex tersebut:

  • Kemudahan Penggunaan

    Bila dibandingkan, Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork sama-sama mudah untuk digunakan. Bedanya hanya dari tata cara menarik garisnya saja. Singkatnya, menarik garis Trendline Channel sedikit lebih mudah daripada Pitchfork karena kanal trendline ditarik dari dua titik saja (titik high tertinggi dan low terendah), sedangkan pada pitchfork diperlukan tiga titik (handle, first reaction high dan first reaction low). Kedua indikator untuk trading trend forex tersebut biasanya merupakan tool built-in, alias sudah terdapat dalam platform trading, jadi Anda tidak perlu lagi repot-repot meng-install plugin tambahan dari luar.

  • Tingkat Akurasi

    Kedua indikator untuk trading tren forex tersebut dasarnya bersifat subyektif. Maksudnya, penempatan titik-titik penting dalam menarik garis Trendline Channel dan Pitchfork akan bergantung sepenuhnya terhadap pilihan pengguna. Dampaknya, wajar saja jika ada perbedaan dari masing-masing trader dalam menggunakan kedua indikator tersebut.Misalnya pada Trendline Channel, penempatan swing high dan swing low yang berbeda akan menghasilkan channel berbeda pula. Hal serupa juga terjadi pada Pitchfork, meskipun titik first reaction high dan low-nya sama tapi jika penempatan titik handle-nya berbeda maka sudut kemiringan dalam menyorot arah trend akan terpaut cukup jauh. Namun, perbedaan paling mencolok adalah adanya beberapa median line pada Pitchfork yang tidak ditemukan pada Trendline Channel. Dengan bantuan median line, akurasi sinyal reversal atau breakout pada Pitchfork relatif lebih tinggi daripada Trendline Channel. Atau dengan kata lain, Andrew’s Pitchform memungkinkan Anda lebih tepat memprediksi apakah harga akan lanjut dalam trend lamanya, atau justru berbalik. Pada chart EUR/USD timeframe D1 di atas, terlihat bahwa candlestick bergerak sekitar 80% di dalam median 0.5 (merah) dan sisanya di dalam median 1 (hijau). Dengan demikian, Pitchfork lebih nampu memberikan “rambu-rambu” lebih akurat di mana harga akan bounce atau breakout di dalam median-median-nya daripada Trendline Channel.

  • Fleksibilitas

    Pada umumnya, Andrew’s Pitchfork digunakan pada pasar saham atau komoditas dengan pergerakan trend stabil. Sedangkan pada pasar Forex, trend dapat berubah arah seketika lalu berkonsolidasi sampai berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu lamanya. Dalam keadaan pasar sideways atau ranging, pitchfork nyaris tidak berguna.Berbeda halnya dengan Trendline Channel, meskipun kondisi pasar relatif ranging, garis kanal atas dan bawah Trendline Channel masih bisa berfungsi dengan baik sebagai batas resistance dan support. Contohnya seperti pada chart USD/JPY(D1) di atas; di situ tampak bahwa garis sudut Pitchfork terlalu miring (bukan kesalahan penggunaan, namun karena pergerakan trend memang sedang ranging).

Kesimpulan
Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork merupakan indikator untuk trading trend forex tingkat dasar yang dapat digunakan pada segala macam platform trading, sehingga trader dapat dengan mudah mengakses keduanya dalam situasi yang tepat.
Andrew’s Pitchfork cocok digunakan selama arah trend forex terbentuk dengan jelas dan kuat. Median-mediannya akan membantu Anda untuk menangkap dengan akurat di mana harga akan mengalami bounce atau breakout. Sedangkan Trendline Channel lebih tepat digunakan untuk keadaan pasar relatif ranging atau sideways karena garis atas dan bawah kanal dapat digunakan sebagai batas support dan resistance.
(Visited 341 times, 1 visits today)