Inflasi Inti AS Melambat, Consumer Spending Nyaris Tak Naik

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Biro Analisis Ekonomi AS mempublikasikan data personal consumption expenditures atau Inflasi Inti periode Agustus yang terlihat “Jinak”, berada dibawah ekspektasi sehingga menyebabkan terjadi perlambatan trend Inflasi tahunan AS.

Departemen terkait melaporkan Core PCE Index bulan lalu hanya tumbuh 0.1 persen, berada dibawah ekspektasi untuk kenaikan 0.2 persen. Pertumbuhan Inflasi Inti bulan lalu sama dengan periode Juli dan tetap berada dalam margin yang sama selama empat bulan beruntun.

Data Core PCE Index yang cukup mengecewakan tersebut lantas menyebabkan trend tahunan Inflasi Inti AS melambat menjadi 1.3 persen YoY setelah pertumbuhan 1.4 persen pada bulan Juli. Pertumbuhan sebesar 1.3 persen menjadi kenaikan Year-on-Year terkecil sejak November 2015. Dengan demikian semakin jauh dibawah target Inflasi 2 persen yang diharapkan oleh Fed.

Bank Sentral AS pada pekan lalu telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun bila trend Inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja terus membaik. Buruknya rilis data Core PCE Index malam ini tentu saja menurunkan probabilitas Fed Rate Hike (CME FedWatch) bulan Desember sebesar 5 persen menjadi 71 persen.

Dalam laporan terpisah, Departemen Perdagangan AS merilis data Consumer Spending bulan Agustus yang mencatatkan sedikit kenaikan. Badai Harvey menjadi salah satu faktor utama yang membebani penjualan mobil hingga berpengaruh terhadap data Pengeluaran Konsumen AS bulan lalu.

Belanja Konsumen yang berkontribusi 2/3 dari total GDP AS bulan lalu tumbuh 0.1 persen, setelah pada periode Juli sempat mencatatkan kenaikan 0.3 persen. Kondisi suhu yang sejuk di beberapa negara bagian menurunkan permintaan konsumen terhadap beberapa jenis barang keperluan.

(Visited 13 times, 1 visits today)