Inggris Diperkirakan Harus Bayar EUR100 Miliar untuk Brexit

In Berita Fundamental Ekonomi by Della Fitriani

Inggris diperkirakan harus membayar biaya perpisahan dari Uni Eropa (UE) hingga 100 miliar euro (84,5 miliar poundsterling), demikian laporan Financial Times, Rabu.

brexit

Brussels diyakini meminta “biaya perceraian” hingga 60 miliar euro, namun berpeluang akan meminta lebih banyak lagi. Selain persyaratan berat itu, Inggris diperkirakan juga tidak diperbolehkan memiliki akses langsung ke pasar Eropa.

Negosiasi Brexit pun tidak akan memberi peluang Perdana Menteri Theresa berbicara langsung dengan para anggota UE, namun melalui perwakilan  negosiasi saja yaitu Michel Barnier.

Pejabat UE sendiri sedang membuat RUU Brexit Inggris

Pejabat UE sendiri sedang membuat RUU Brexit Inggris. Dimana Inggris kemungkinan harus membayar uang sebesar 60 Milyar Euro (atau setara dengan 52 Pound Sterling) sebagai biaya perpisahan, termasuk utang Inggris yang belum dibayar.

Sementara Michel Barnier, salah satu juru runding Brexit untuk komisi Eropa, merasa bahwa ini aturan yang dibuat-buat. Menurut Barnier, tidak ada ketentuan dan hukuman apalagi biaya/denda saat ada negara meninggalkan kawasan tersebut. Apalagi Inggris juga tidak pernah setuju untuk menggunakan Euro sebagai mata uang tunggal.

Lain halnya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dari Ankara-Turki, Edorgan berencana akan meninjau kembali hubungan Turki dengan UE. Peninjauan hubungan multilateral ini, dilakukan sebagai buntut dari ketegangan Turki dengan negara anggota UE.

INFO :
Inggris Raya membayar 11,34 miliar euro dari total anggaran sebesar 116,53 miliar euro. Setahun kemudian, kontribusi Inggris terhadap Uni Eropa meningkat menjadi 18,20 miliar euro dari total anggaran 118,60 miliar euro.
(Visited 16 times, 1 visits today)