Ini Resiko Investasi Yang Paling Ditakutkan

In Tips Trading by Della Fitriani

resiko

Ada satu pertanyaan yang biasanya banyak dipertanyakan orang tentang investasi. “Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?”. Pertanyaan ini sering terlontar bila anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan anda punya uang Rp 20 juta, dan anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau ditempat lain. Kalau ditaruh dibank, anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi ditempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga kadang-kadang menarik namun juga sekaligus beresiko untuk anda lakukan.

Yang namanya investasi pasti memiliki resikonya masing-masing. Biasanya hanya ada tiga risiko yang paling ditakuti ketika berinvestasi, apa sajakah itu?

Resiko Berinvestasi Yang Paling Ditakutkan

Risiko yang paling ditakuti pada umumnya adalah “Apakah uang saya akan hilang?” Kebanyakan orang mungkin menjawab “tidak” kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya resiko pasti ada dalam setiap jenis investasi. Bedanya ada pada seberapa besar uang yang hilang. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, dan ada pula yang kecil. Itu semua mungkin butuh pembahasan yang khusus.

Sekarang kalau anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia anda tanggung bila anda mengalami kerugian? Apakah 10 persen, 30 persen, 50 persen, atau mungkin hingga 100 persen? Berapapun besar kerugian yang mampu anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, betul tidak?

Risiko kedua yang paling ditakuti adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu akan mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang investasi emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan dilemari, maka kondisi fisik dari uang kertasnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing apabila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.

[su_box title=”Info !!” style=”bubbles” box_color=”#247310″ radius=”6″]Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi pada umumnya tidak selalu mudah untuk dijual kembali karena pasar para pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah dalam menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya. Maka, sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudah produk investasi anda dapat terjual. Jangan sampai anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena hal itu akan menyulitkan anda untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Coba anda bayangkan apabila anda berinvestasi pada deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen. Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, melainkan karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai. Beberapa dari anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya ialah bahwa hasil investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus anda alami dari tahun ketahun, maka anda akan mengalami bangkrut.

Apa yang harus anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk jenis investasi lain yang mungkin anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Dengan begitu anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.

INFO :
Dengan mengetahui resiko-resiko berinvestasi, semoga kedepannya Anda bisa lebih baik menggunakan uang dalam memilih investasi. Pilihlah investasi yang sesuai dan aman untuk Anda.
(Visited 32 times, 1 visits today)