Investasi dan Penghasilan

In Panduan Forex Pemula by Reza Pahlevi

Sebenarnya setiap orang dapat melakukan investasi dan tidak perduli dengan berapapun penghasilan yang dia dapatkan selama dalam 30 hari. Namun sayangnya hingga kini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa akan melakukan investasi apabila ada uang yang tersisa setelah segala keperluan terpenuhi. Padahal investasi seharusnya dilakukan sejak dini, bukan menunggu sisa penghasilan ataupun menunggu penghasilan besar karena semakin besar penghasilan maka semakin besar pula pengeluaran yang akan dilakukan. Dengan masih banyaknya anggapan bahwa berinvestasi diperlukan dana yang besar, sehingga membuat setiap orang merasa ngeri bila mendengar kata investasi.

Padahal dibalik itu semua, yang terpenting dalam investasi adalah berapa jumlah yang dialokasikan, bukan berapa pendapatan penghasilan seseorang. Hal ini berlaku bagi siapa saja, baik pegawai negeri, karyawan swasta maupun orang yang sudah berkelimpahan harta sekalipun. Pemikiran seperti inilah yang membuat banyak orang tidak mau untuk memulai menata masa depan finansialnya, sehingga pada akhirnya hanya mengeluh karena tidak dapat memenuhi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal setiap individu memiliki tanggung jawab atas masa depannya sendiri, termasuk masa depan finansialnya, bukan orang lain atau perusahaan dimana tempatnya bekerja.

Mungkin bagi yang baru ingin memulai investasi, dapat memilih seperti reksadana yang mulai dari Rp 100,000 ataupun membeli emas mulai dari 0,5 gram. Bagi yang memiliki dana lebih banyak, dapat juga memilih jenis semacam properti, saham, obligasi hingga barang koleksi. Sebagai catatan bahwa untuk saat ini tabungan dan deposito sudah tidak dapat digolongkan lagi menjadi bentuk investasi, karena bunga yang diperoleh sudah tidak mampu mengejar tingkat inflasi.

Sebagai contoh saat ini rata-rata bunga deposito perbankan adalah sebesar 6,56 persen pertahun untuk deposito 1 bulan sedangkan bila dibandingkan dengan inflasi tahun 2010 saja yang mencapai 6,96 persen maka bunga deposito sudah tertinggal. Sehingga bila kita melakukan investasi dengan tabungan atau deposito maka dana yang kita miliki sebenarnya semakin lama semakin mengecil. Oleh karena semakin mengkrucutnya Investasi jenis Deposito, ada baiknya anda memulai dengan jenis investasi pada logam mulia, karena jenis investasi ini tidak mengenal yang namanya inflasi, untuk itu ada baiknya anda simak mengenai cara Belajar Investasi Emas dibawah ini.

Pada Investasi Emas, terdapat beberapa jenis atau media emas yang dapat anda pilih, seperti Emas Batangan, Koin Emas, Tabungan Emas, Sertifikat Emas, Reksadana dengan Underlying perusahaan pertambangan emas, maupun sampai dengan membeli kontrak berjangka Komoditi Emas. Pada saat ini banyak orang merasa apabila tidak memegang emas secara fisik, maka belum mantap. Mengenai investasi dalam emas batangan, koin emas, dll dan memiliki bentuk fisiknya.

Pada umumnya nilai emas cenderung stabil dari tahun ke tahun dan dianggap tidak terpengaruh oleh inflasi/zero inflation effect, dan sangat jarang harga emas turun, dan emas juga dapat digunakan sebagai koleksi ataupun sebagai perhiasan. Investasi dalam bentuk Emas juga sebagai cara untk mendiversifikasi harta. Anda bisa saja berinvestasi di saham, reksadana, properti, obligasi ORI atau yang lainnya dan investasi di emas bisa menjadi alternatif yang bagus, terlebih dalam kondisi tidak stabil, emas bisa sebagai alat untuk pelindung nilai. Harga emas cenderung stabil juga dikarenakan komoditi emas di dunia tidak bisa bertambah.

Salah satu keuntungan lainnya ialah harga emas juga dipatok dalam US dollar, jadi apabila terjadi peningkatan nilai US dollar, maka anda bisa memperoleh dua keuntungan secara langsung, yaitu dari kenaikan harga dollar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri. Tapi kondisinya pun bisa sama, bila harga emas sedang turun. Tapi untuk jangka panjang harga emas cenderung stabil dan naik. Bila dibandingkan dengan jenis investasi langsung pada mata uang USD, maka emas lebih menguntungkan. Di Indonesia, money changer relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu. Akibatnya, menyimpan mata uang USD harus selalu diperbarui. Berbeda dengan emas yang bisa dibeli dan didiamkan saja berapa lama.

Meskipun harga emas stabil, bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Kekurangan dalam berinvestasi emas adalah pada faktor penyimpanan/storage dan perawatan/handling. Menyimpan emas dalam jumlah banyak relatif beresiko dan mahal. Selain itu, apabila dalam penyimpanannya anda kurang baik, walaupun telah dibungkus protective cover, tetap saja memiliki kemungkinan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khususnya emas dalam bentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil, sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga. Dalam investasi emas, anda cenderung harus lebih berhati-hati dan memperhatikan dalam hal perawatan serta penyimpanan. Salah satu kekurangan lainnya ialah return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan oleh saham atau properti. Juga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang). Maka, berdasar kelebihan dan kekurangan tersebut, menurut saya emas cenderung lebih tepat untuk dijadikan sebagai pelindung nilai/hedging dari pada investasi. Agar anda mengetahui lebih paham mengenai harga emas yang berlaku di Indonesia. Setelah anda membaca artikel tersebut diatas, Mari kita mulai bertanggung-jawab dengan masa depan kita dengan melakukan investasi sedini mungkin.

(Visited 45 times, 1 visits today)