Investor Mulai Ragukan Trump Karena Sering Obral Janji

In Berita Fundamental Ekonomi by Della Fitriani

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mulai diragukan investor. Sebab, banyak janji kampanye yang belum juga terealisasi. Keraguan investor ini bukan tanpa sebab. Selain sering mengobral janji, Trump juga terkenal sering plin-plan dalam mengambil keputusan. Padahal, selama ini janji-janji kampanye Trump yang jadi motor penggerak Wall Street sejak menang pilpres AS akhir tahun lalu. Beberapa kali indeks saham di Bursa Paman Sam mencetak rekor tertinggi sepanjang masa berkat janji kampanye Trump. Pemilik Trump Tower itu memang berjanji untuk memangkas pajak, mempersingkat birokrasi, dan memberikan stimulus fiskal. Trump sudah dilantik 5 bulan lalu, janji-janji itu belum terealisasi. Janji membangun tembok perbatasan AS-Meksiko saja tidak disetujui anggarannya. Sekarang Trump malah sibuk mengurusi kasus dugaan keterlibatan Rusia di Pilpres AS. Langkah teranyarnya adalah memecat Pimpinan FBI, James Comey, yang sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Investor Ragu dengan Janji Trump, Harga Emas Terangkat

Harga emas mampu reli hingga 1 persen pada perdagangan Senin setelah kegagalan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendorong paket reformasi kesehatan pada Jumat kemarin. Para investor mempertanyakan kemampuan dari Trump untuk mewujudkan janji-janji kampanye. Mengutip Reuters, Selasa (28/3/2017), harga emas di pasar spot naik 1 persen ke level US$ 1.256,02 per ounce. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi US$ 1.261,03 per ounce tetap gagal untuk tetap berada di kisaran angka tersebut. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman April ditutup naik 0,6 persen ke level US$ 1.255,70 per ounce.

Kenaikan harga emas ini sepenuhnya karena pelemahan dolar AS,” jelas analis Commerzbank, Carsten Fritsc. “Terjadi Trumpflation setelah kegagalan dia untuk mencabut Obamacare,” lanjut dia.Carsten Fritsc
(Visited 16 times, 1 visits today)