Jerome H. Powell Akan Lanjutkan Kebijakan Moneter Yellen

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Jerome H. Powell, calon Ketua The Fed yang telah ditunjuk oleh Presiden Donald Trump, berencana untuk menyatakan di hadapan Senat AS Selasa (28/Nov) malam nanti, bahwa dirinya mendukung upaya The Fed untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengetatkan regulasi finansial.

Dalam salinan pidato pembukaan (prepared remarks) yang diterbitkan oleh The Fed Senin malam kemarin tersebut, Powell menambahkan bahwa ia masih melihat ruang untuk sejumlah peningkatan, termasuk peluang untuk mengurangi regulasi finansial. "Apabila tak ada perubahan, maka saya akan berjuang keras, bersama rekan-rekan saya (di The Fed), untuk mendukung keberlanjutan kemajuan ekonomi menuju pemulihan sepenuhnya," kata Powell. "Tujuan kami adalah untuk melanjutkan penguatan pasar tenaga kerja, diiringi dengan pergerakan inflasi yang bertahap naik menuju target kami."

Disinggungnya pasar tenaga kerja merupakan penanda yang signifikan akan pandangan Powell terhadap ekonomi AS saat ini. Padahal sejumlah pengamat berpendapat bahwa The Fed seharusnya fokus pada inflasi saja, tidak perlu khawatir akan tingkat pengangguran. Powell juga menegaskan dukungannya terhadap upaya The Fed untuk meningkatkan kekuatan regulasi finansial pasca gejolak krisis 2008. Hal ini seolah menciptakan jarak dengan rencana pemerintahan Trump yang sempat mengkritik bahwa regulasi-regulasi finansial AS saat ini tidak efektif.

Penjelasan Jerome Powell dalam rencana testimoninya itu, menunjukkan bahwa dirinya tak akan membuat perubahan kebijakan yang menyimpang jauh dari apa yang telah diimplementasikan The Fed sejauh ini. Ia akan menyambung kebijakan moneter yang telah diupayakan oleh Janet Yellen, yang posisinya akan ia gantikan pada Februari mendatang. "Kami mengekspektasikan suku bunga akan dinaikkan agak tinggi dan ukuran balance sheet perlahan-lahan akan disusutkan," kata Powell.

Jerome Powell dijadwalkan akan menyampaikan testimoni pertamanya sebagai calon Ketua The Fed di hadapan Senate Committee on Banking, Housing, dan Urban Affairs AS di Washington DC pada pukul 21:45 WIB malam nanti. Pernyataan Powell diperkirakan akan berdampak tinggi bagi pergerakan Dolar AS.
(Visited 16 times, 1 visits today)