Jubir Gedung Putih Mundur, Dolar Tertekan

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS berjuang di dekat level rendah 13 bulan terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Senin (24/Jul) pagi tadi. Gejolak politik yang berkobar di AS, mengikis harapan akan terwujudnya stimulus fiskal dan reformasi pajak dalam waktu dekat.

Pemerintahan Trump saat ini sedang terganjal oleh penyelidikan soal campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun lalu. Ditambah lagi pada Jumat lalu, Juru Bicara Gedung Putih, Sean Spicer, mengundurkan diri. Hal ini mengindikasikan bahwa ada konflik internal dalam pemerintahan Trump sendiri.

Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor, sedikit berubah ke level 93.854, setelah menyentuh angka 93.847, level terendah sejak bulan Juni 2016. “Kesempatan manapun bagi Dolar untuk memantul naik dalam waktu dekat, tetap akan membutuhkan rebound di yield obligasi AS,” kata Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Senior di IG Securities, Tokyo. “Situasi politik AS sekarang ini banyak terbebani oleh yield obligasi AS. Jadi kami akan membutuhkan data AS yang kuat untuk mengeluarkan yield obligasi AS dari level-level low-nya.”

EUR/USD naik 0.2 persen ke angka 1.1681, setelah melaju ke level tinggi 23 bulan di angka 1.1683 pada hari Jumat lalu. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan di angka 1.671. Common currency masih bullish setelah hasil kebijakan moneter ECB yang dinilai hawkish oleh pasar minggu lalu. Sementara itu, terhadap Yen, USD/JPY tergelincir 0.2 persen ke angka 110.965, dengan Yen dalam posisi terkuat dalam lima minggu terakhir. Saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di level rendah 110.917.

Note :
Menurut Michala Markusen, Kepala Bagian Ekonomi Global di Societe Generale, fokus pasar minggu ini akan tertuju pada rapat FOMC The Fed. Mereka mengharapkan petunjuk mengenai pengurangan balance sheet pada minggu ini atau The Fed lebih memilih untuk menunggu hingga September.
(Visited 34 times, 1 visits today)